Gunungsitoli, http://Berkatnews7.com-Kepulangan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Setelah sekian lama berada di Jakarta untuk konsolidasi, Pimpinan Pendiri Gerakan Peduli (GP) Bang Yusman Dawolo yang sering di sapa akrab dengan bang YD yang serakhirnya tiba kembali di Tanah air di Kota Gunungsitoli tercinta 29/10/2026

Tidak ada penyambutan mewah. Tidak ada karpet merah. Begitu tiba di Sekretariat di Jalan Saombo, kota Gunungsitoli Bang YD bersama seluruh kader Gerakan Peduli langsung bergerak turun ke lapangan dengan satu misi: Peduli sesama

Agenda pertama Bang YD di kota Gunungsitoli bukanlah rapat di ruangan ber-AC, melainkan aksi kemanusiaan membagikan puluhan sembako dan memberikan bantuan di keluarga seperti kurang mampu mengalami penyakit stroke dan bencana kebakaran dll. yang ada di Kota Gunungsitoli.

Sejak pagi, tim Gerakan Peduli Bang YD sudah menyiapkan puluhan paket sembako. Isinya bukan sembako asal-asalan. Isinya adalah kebutuhan pokok yang benar-benar dibutuhkan: Beras 5 Kg, Minyak Goreng, Gula, Telur, Mie Instan, dan Susu untuk anak.

Dengan menggunakan mobil pick-up terbuka, Bang YD sendiri yang memimpin langsung pembagian sembako dari pintu ke pintu. Tidak melalui perantara, tidak melalui proposal. Langsung dari tangan ke tangan.

Sasaran pembagian kali ini adalah keluarga yang benar-benar membutuhkan dan selama ini luput dari perhatian:

1 Para Janda Tua dan Lansia di Lorong-Lorong kota Gunungsitoli dan sekitarnya

2 Keluarga Buruh Harian Lepas dan Tukang Becak di Pasar Kota Gunungsitoli.

3 Keluarga dengan Anak Stunting dan Keluarga Difabel di sekitar kota Gunungsitoli

4.Pemulung dan Pekerja Kebersihan Kota yang setiap hari menjaga kebersihan Gunungsitoli.

Pemandangan haru terlihat di setiap titik. Banyak warga yang tidak menyangka akan didatangi langsung oleh Bang YD.

Suara hati bang YD ditengah warga

Di salah satu rumah papan yang hampir roboh di kawasan mudik desa lasara bahili kota Gunungsitoli Bang YD sempat duduk dan berbincang lama dengan seorang Nenek berusia 7O thn kurang lebih yang hidup susah di timpah penyakit stroke

Bang YD berkata:

Saya pulang ke Nias bukan untuk disambut. Saya pulang ke Nias untuk menyapa. Saya tahu, banyak warga kita di Gunungsitoli hari ini yang sedang susah. Harga beras naik, kerja susah, anak sekolah butuh biaya.

Negara mungkin belum sempat hadir untuk mereka, tapi Gerakan Peduli harus hadir. Sembako ini nilainya tidak seberapa, mungkin hanya cukup untuk beberapa hari.

Tapi ini adalah pesan: Bahwa mereka tidak sendirian. Masih ada yang peduli. Masih ada yang ingat. Jangan pernah merasa ditinggalkan di tanah kelahiran kita sendiri.

Gerakan Peduli ini saya dirikan bukan untuk cari jabatan. Kalau hanya cari jabatan, ngapain saya harus panas-panasan bagikan sembako? Gerakan ini saya dirikan karena saya sakit hati melihat banyak pemimpin yang hanya banyak alasan, banyak janji, tapi rakyatnya masih banyak yang lapar. Jabatan itu bukan sekedar, jabatan itu adalah amanah untuk mengenyangkan perut rakyatnya.”

Air mata bahagia warga 

Penerima bantuan sembako Salah seorang penerima bantuan, tidak bisa menahan air mata saat menerima paket sembako dari Bang YD.

“Terima kasih banyak, bang YD. Saya tidak pernah bermimpi akan dibantu. Semoga Tuhan membalas kebaikan Ama YD. Semoga Ama YD jadi pemimpin kami,” ucapnya terbata-bata sambil memeluk Bang YD.

Ibu-ibu yang lain juga terlihat berebut ingin bersalaman dan mendoakan Bang YD agar sehat dan terus peduli.

Gerakan peduli bukan pencitraan tapi ketulusan.

Dewa pembina Gerakan Peduli Ir Armin telaumbanua menegaskan bahwa aksi ini bukan pencitraan menjelang apapun. Ini adalah agenda rutin Gerakan Peduli.

“Bang YD selalu berpesan kepada kami: Kalau ada rezeki sedikit, jangan simpan sendiri. Belikan beras, bagikan ke tetangga. Itulah ajaran Gerakan Peduli. Makanya begitu Bang YD tiba di Nias, instruksi pertama beliau bukan ‘siapkan laporan’, tapi ‘siapkan beras, kita turun’. Inilah bedanya pemimpin yang peduli dan pemimpin yang hanya banyak alasan,” ujarnya.

Aksi pembagian sembako ini akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan. Bang YD bersama Gerakan Peduli Bergerak Kepala Keluarga kurang mampu di seluruh Kota Gunungsitoli akan tersentuh bantuan ini.

Dari kota Gunungsitoli Gerakan dan sekitarnya gerakan Peduli membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang paling dimengerti oleh rakyat kecil.

Ya’aro Mendrofa