BANG YD ISI KULIAH UMUM DI STAI GUNUNGSITOLI, AJAK MAHASISWA JADI PENGUSAHA SUKSES DARI NOL
Gunungsitoli, Berkatnews7.com — Praktisi usaha sekaligus pendiri Gerakan Peduli, Yusman Dawolo yang akrab disapa Bang YD, dijadwalkan mengisi kuliah umum kewirausahaan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gunungsitoli, Senin (2/11/2026).
Kuliah umum yang berlangsung di Aula Utama STAI Gunungsitoli tersebut mengangkat tema “Menjadi Pengusaha Sukses: Membangun Bisnis dari Nol, Berkah dan Bermartabat.” Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus wawasan praktis kepada mahasiswa agar berani membangun usaha secara mandiri.
Kehadiran Bang YD di lingkungan akademik diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman seorang praktisi usaha, khususnya mengenai tantangan membangun bisnis, mempertahankan kepercayaan pelanggan, serta mengembangkan usaha dengan menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.
Dalam materi yang direncanakan, terdapat tujuh pokok pembahasan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha, yakni:
1. Meluruskan niat dalam berbisnis.
Usaha tidak semata-mata untuk mengejar keuntungan dan gengsi, tetapi juga menjadi sarana mencari rezeki yang halal, memenuhi kebutuhan keluarga, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
2. Berani memulai dari hal kecil.
Keterbatasan modal bukan alasan untuk berhenti mencoba. Mahasiswa didorong memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia, menyusun langkah sederhana, serta mengembangkan usaha secara bertahap.
3. Menjadikan kejujuran sebagai modal utama.
Kepercayaan pelanggan merupakan salah satu fondasi keberlangsungan usaha. Kejujuran, amanah, dan tanggung jawab harus menjadi prinsip dalam setiap transaksi.
4. Membangun mental pantang menyerah.
Kegagalan, kerugian, dan berbagai tantangan merupakan bagian dari perjalanan kewirausahaan. Kemampuan mengevaluasi kesalahan dan bangkit kembali menjadi bekal penting bagi seorang pengusaha.
5. Mengembangkan usaha tanpa melupakan kampung halaman.
Kesuksesan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gunungsitoli dan Kepulauan Nias.
6. Menanamkan kepedulian sosial.
Semangat berbagi dan membantu sesama menjadi nilai penting agar aktivitas ekonomi berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Prinsip inilah yang juga menjadi semangat Gerakan Peduli.
7. Memanfaatkan teknologi dan media digital.
Mahasiswa didorong memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan produk, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing usaha lokal.
Kuliah umum ini diharapkan dapat mengubah cara pandang mahasiswa terhadap masa depan setelah menyelesaikan pendidikan. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya perlu mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat merintis usaha dan menciptakan peluang kerja bagi orang lain.
Perpaduan ilmu agama dan pengetahuan kewirausahaan diharapkan mampu membentuk generasi pengusaha yang tidak hanya mengejar keberhasilan ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi etika, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, STAI Gunungsitoli diharapkan dapat turut mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Kuliah umum ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, sekaligus mendorong anak muda Kepulauan Nias agar berani memulai usaha dari nol dan mengembangkannya secara berkelanjutan.
Penulis: Yarmend





Tinggalkan Balasan