Tragedi Tenggelamnya Pompong MV HIMALA Di Tanjung Buton, Satu Ditemukan Tewas
Siak-Riau – berkatnews7.com, Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, pada dini hari Selasa 07-07-2026, Sebuah kapal pompong yang membawa sejumlah petugas survey dan agen kargo tenggelam saat sedang melakukan kegiatan draft survey (pengukuran sarat air) di Kapal Motor (MV) HIMALA.
Berdasarkan laporan lapangan, kejadian bermula sekitar pukul 00.00 WIB di area pelabuhan. Pompong tersebut diduga oleng atau terdampak arus saat proses pengukuran berlangsung, sehingga mengakibatkan beberapa penumpang tercebur ke laut.
Dengan informasi pada pukul 11.30 WIB ini hari,tim gabungan SAR telah berhasil menemukan empat orang korban. Namun, tiga lainnya masih dalam pencarian.
▪︎ Korban Selamat
- Chief Officer (C/O) MV HIMALA: Berhasil diselamatkan dalam kondisi sadar.
- Hamdi: Agen dari PT SMA, ditemukan selamat.
- Nakhoda Pompong Gading: Pemilik/kapten pompong yang juga berhasil selamat.
▪︎ Korban Meninggal Dunia
Ilham: Seorang surveyor dari PT CARSURIN. Jenazahnya telah ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR.
Korban Masih Hilang (Dalam Pencarian Intensif)
- Febri: Surveyor dari PT Sucofindo.
- Aditia Waskita: Petugas Bea dan Cukai (Bea Cukai) Siak.
- Desmond Nataldo: Shipper dari PT KIMI.
“Info terakhir pukul 11.30 siang, tiga korban sudah ditemukan, namun masih tersisa satu orang yang belum berhasil dilokalisir. Tim SAR terus menyisir area tenggelam,” demikian informasi sementara ini
Insiden ini kembali membuka mata publik mengenai risiko tinggi aktivitas maritim di area labuh pelabuhan, terutama saat malam hari. Kegiatan draft survey yang melibatkan perpindahan personel dari kapal besar ke pompong kecil memerlukan prosedur keselamatan (life jacket, tali pengaman, dan pencahayaan memadai) yang ketat.
Kehilangan seorang petugas Bea Cukai dan dua surveyor swasta dalam satu insiden menjadi pukulan berat bagi instansi terkait. Keluarga korban dan rekan kerja kini hanya bisa berharap agar pencarian terhadap ketiga korban yang masih hilang segera membuahkan hasil.
Pihak Pelabuhan Tanjung Buton dan Kantor Kesyahbandaran utama diperkirakan akan segera membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya pompong tersebut, apakah akibat faktor cuaca, atau kelalaian prosedur, atau kondisi teknis kapal.
Penulis : Dedi U.


Tinggalkan Balasan