GAMPNI Gelar Aksi Damai Lanjutan 10 Juli, Aksi Jilid II Di Pembangunan SMN Unggulan Sukma Nias
GUNUNGSITOLI – Berkatnews7.com – Gerakan Masyarakat Peduli Nias (GAMPNI) akan kembali menggelar aksi damai lanjutan pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, tepatnya di Gerbang Masuk Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias, Kota Gunungsitoli.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut aksi damai sebelumnya pada 3 Juli 2026 yang dinilai belum membuahkan hasil maupun ruang dialog dengan pihak yang bertanggung jawab.
Helpin Zebua selaku juru bicara menegaskan, aksi ini bukan bentuk penolakan, melainkan dukungan agar pembangunan menggunakan anggaran negara berjalan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar mutu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami tegaskan kembali, GAMPNI tidak pernah menolak pembangunan. Kami justru mendukung pembangunan pendidikan di Kepulauan Nias. Yang kami tuntut adalah jaminan mutu, kualitas pekerjaan, transparansi, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek tersebut,” ujar Helpin.
Pada aksi tanggal 3 Juli lalu, tidak hadir satu pun pihak berwenang — mulai dari perusahaan pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, hingga manajemen konstruksi — untuk menerima aspirasi masyarakat. Bahkan sempat terjadi insiden yang memanaskan situasi, sehingga aksi dihentikan lebih awal demi menjaga ketertiban.
“Bagaimana masyarakat bisa berdialog jika tidak ada satu pun pihak yang berwenang hadir menerima aspirasi? Justru kondisi tersebut membuat tujuan aksi damai tidak tercapai,” tambahnya.
Untuk aksi lanjutan nanti, GAMPNI mengundang langsung pihak-pihak terkait agar hadir berdialog:
- Penyedia jasa pelaksana
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
- Konsultan pengawas & manajemen konstruksi
- Unsur teknis berwenang lainnya
“Kami berharap kali ini ada ruang dialog yang terbuka. Aspirasi masyarakat seharusnya dijawab melalui komunikasi yang baik, bukan dibiarkan tanpa penjelasan,” harap Helpin.
Tuntutan tetap sama: transparansi pelaksanaan proyek, keterbukaan informasi pengadaan dan kualitas material, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pengawasan yang ketat agar sesuai kontrak dan peraturan.
Pengawasan masyarakat dinilai sebagai kontrol sosial yang menjaga kualitas pembangunan, bukan menghambatnya.
“Bangunan ini nantinya akan digunakan oleh generasi muda Kepulauan Nias. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan agar proyek ini benar-benar menghasilkan bangunan yang aman, berkualitas, dan tahan lama,” tegasnya.
Pemberitahuan aksi telah disampaikan ke kepolisian sesuai aturan, dan GAMPNI mengajak seluruh peserta tetap menjaga ketertiban, santun, dan mengedepankan hukum.
Catatan Redaksi: Hingga berita ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: Yar Mend


Tinggalkan Balasan