Pemkot Gunungsitoli Diminta Jelaskan Urgensi Proyek Pemecah Ombak Rp391 Juta
GUNUNG SITOLI – berkatnews7.com ||Pembangunan pengaman pantai di Dusun III, Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli dipertanyakan publik.
Tokoh Pemuda Nias, Yusman Dawolo yang akrab disapa Bang YD, menyoroti proyek APBD Kota Gunungsitoli senilai Rp391.800.313 tersebut, Senin 15/6/2026.
“Pembangunan yang menggunakan uang rakyat tidak boleh berhenti hanya pada proses pengerjaan fisik. Ia harus disertai alasan yang jelas, kajian yang kuat, serta manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas YD.
Menurut YD, pertanyaan publik bukan soal fisik bangunan, tapi urgensi proyek di tengah sulitnya ekonomi. “Apa dasar pemerintah menetapkan lokasi itu sebagai prioritas, bukan di tempat lain?” ujarnya.
YD menyebut Pemkot Gunungsitoli punya kewajiban moral dan administratif menjelaskan ke rakyat. Apakah proyek itu karena ancaman abrasi serius? Melindungi permukiman warga? Atau kepentingan umum?
“APBD bukan uang pemerintah, melainkan uang rakyat yang dipercayakan untuk dikelola secara tepat, amanah, adil, dan untuk kepentingan bersama,” katanya.
Ia mendesak pemerintah membuka data pendukung jika proyek memang bermanfaat besar. “Tunjukkan kajiannya, jelaskan urgensinya, dan sampaikan manfaatnya secara terbuka,” ucap YD.
Ke depan, YD menyarankan penganggaran 2027 dan seterusnya memprioritaskan program berdampak sosial dan ekonomi luas.
“Anggaran ratusan juta hingga miliaran rupiah harus mampu menjawab persoalan utama: buka lapangan kerja, tingkatkan pendidikan, kuatkan ekonomi keluarga, kurangi kemiskinan, dan bawa perubahan yang dirasakan langsung masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Gunungsitoli belum memberi keterangan resmi terkait urgensi dan kajian proyek pemecah ombak tersebut. Media berkatnews7.com masih berupaya mengonfirmasi Wali Kota Gunungsitoli dan Dinas PUPR.(MarTaf)



Tinggalkan Balasan