Gunungsitoli, Berkatnews7.com – Kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kota Gunungsitoli. Keluhan ini menyebar luas di media sosial, salah satunya dari warga Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Roswita, yang meminta perhatian serius dari pemerintah daerah.

Dalam unggahannya, Roswita mengaku bingung harus mencari pasokan gas kemasan subsidi tersebut ke mana. Ia menceritakan saat mendatangi pangkalan resmi, stok baru saja diturunkan dari mobil pengiriman, namun pihak pengelola pangkalan justru menolak menyerahkannya kepada warga.

“Kami ambil gas elpiji 3 kilogram ini dari mana? Kami tidak punya pangkalan. Kami datang ke pangkalan yang jelas, baru diturunkan mobil gas, tapi pemilik pangkalan berkata: ‘Tidak saya kasih, jangan kalian paksa saya’. Jadi kami dapat gasnya di mana?” tulis Roswita dengan nada kecewa.

Pasang Iklan BerkatNews7

Kondisi ini semakin memberatkan warga karena di luar sana banyak penjual eceran yang menjual dengan harga jauh di atas harga patokan. Warga menduga ada pengaturan yang membuat pasokan tidak sampai ke tangan konsumen akhir.

Keluhan senada juga disampaikan warga lainnya. Diketahui, stok di agen atau pangkalan resmi seringkali kosong saat warga datang membeli. Diduga hal ini terjadi karena pasokan sudah disiapkan lebih dulu untuk dipasok ke penjual eceran.

Akibat kelangkaan itu, harga jual di tingkat pengecer melonjak drastis. Satu tabung gas LPG 3 kilogram kini dijual dengan harga mencapai Rp25.000, jauh lebih mahal dari harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Warga berharap Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, beserta dinas terkait segera meninjau dan menertibkan peredaran gas subsidi ini. Masyarakat meminta agar pasokan diatur dengan benar, sehingga gas murah benar-benar bisa dinikmati oleh warga yang membutuhkan, dan tidak dimonopoli untuk keuntungan segelintir pihak.

“Semoga Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat mengarahkan hal ini agar kelangkaan dan kenaikan harga tidak lagi merugikan masyarakat,” harap warga.

Sampai saat ini, awak media telah berusaha mengonfirmasi hal ini kepada Wali Kota Gunungsitoli, Bapak Sowa’a Laoli, S.E., M.Si melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau jawaban yang diterima dari beliau.

Penulis : Juli Berkat Bate’e