Viral! Seekor Cacing Hidup Ditemukan di Menu Sayur MBG, Dua Desa di Musi Rawas Tolak Distribusi
Musi Rawas, Berkatnews7.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menjadi sorotan publik setelah seekor cacing hidup ditemukan di dalam menu sayur yang disajikan kepada siswa.
Temuan tersebut viral di media sosial dan berujung pada penolakan distribusi MBG di dua desa di Kecamatan STL Ulu Terawas.
Video penemuan cacing itu diunggah oleh akun Facebook Ebit Ade pada Senin (3/8/2026). Dalam video terlihat seekor cacing masih hidup bergerak di sela-sela daun selada yang menjadi bagian dari menu MBG. Video lainnya juga memperlihatkan seekor ulat pada buah jeruk serta di menu oseng tempe buncis dalam ompreng milik siswa.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa menu MBG didistribusikan oleh Dapur Haza Al-Zein di Kecamatan STL Ulu Terawas. Pengunggah juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu, untuk sementara tidak menerima menu MBG dari dapur tersebut karena dinilai tidak higienis.
Menanggapi viralnya video tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Musi Rawas, Tommy, membenarkan adanya temuan cacing dan ulat pada menu MBG. Ia mengatakan pihak penyedia makanan telah dipanggil dan diberikan teguran lisan, sekaligus akan menjalani evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Temuan itu memang benar. Ke depan akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Tommy saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Tommy menjelaskan, peristiwa itu sebenarnya bukan kejadian baru. Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, namun videonya kembali diunggah hingga akhirnya viral di media sosial.
Ia menyebut laporan berasal dari dua desa, yakni Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu, yang mencakup sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan STL Ulu Terawas.
Akibat temuan tersebut, kedua desa memutuskan menolak sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis. Penghentian penyaluran diperkirakan berlangsung selama sekitar dua pekan sambil menunggu hasil evaluasi dari pihak terkait.
Sementara itu, sekolah-sekolah di wilayah lain yang tidak menyampaikan keberatan tetap menerima distribusi MBG seperti biasa.
Tommy menegaskan, apabila hasil evaluasi membuktikan adanya pelanggaran dalam proses penyediaan makanan, maka penyedia MBG akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Heri


Tinggalkan Balasan