Berkatnews7.com – Untuk memperoleh Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terdapat salah satu oknum Kepala Sekolah di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) SMK Negeri 2 Panyabungan diduga menggunakan cara ilegal menggelembungkan jumlah para Siswa,

Salah satunya ditemukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Panyabungan Alamat: Jl. Syekh A. Kadir Mandili No. 59 Panyabungan KP. 22911, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara melakukan hal tersebut untuk memperoleh Dana BOS.

“Kepala Sekolah EDI DARI, Tata Usaha, Security, Bendahara, dan Operator BOSP melakukan dugaan manipulasi jumlah siswa dalam jumlah besar hampir sepertiga dari jumlah siswa yang tercatat di Data Dapodik, sehingga berdampak meningkatnya penerima Dana BOS,” ungkap Agustinus Zebua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komisi Nasional (Komnas) Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan (LP-KPK) Pusat kepada awak media, Rabu (10/06/2026).

SMK Negeri 2 Panyabungan kini terkesan buruk, karena pihaknya terindikasi kuat melakukan pembohongan publik, lantaran diduga keras telah melakukan penggelembungan siswa dan mark-up Dana BOSP. “Berdasarkan hasil investigasi dan monitoring tim DPP LP-KPK Pusat bersama dengan rekan awak media di SMK Negeri 2 Panyabungan, Selasa (09/06/2026).

Sesuai investigasi dan monitoring hasil data akurat yang dimiliki DPP Komnas LP-KPK menduga kuat adanya penggelembungan jumlah Siswa/Siswi sebanyak 70 orang selama Kepsek menjabat 2020 hingga 2025 sesuai besaran jumlah dana BOSP yang ditarik pihak Sekolah atau pelaporan pertanggung jawaban di Kemendikbud dan Kementrian Keuangan Negara, penyebab terjadinya penggelembungan siswa dan terindikasi mark-up Dana BOSP tersebut, disinyalir dilakukan oleh Kepsek, Bendahara, Operator BOSP Tata Usaha di Sekolah tersebut.

Sementara Komnas LP-KPK Pusat Agustinus Zebua menjelaskan, bahwa kuat indikasi adanya kesengajaan pihak SMK Negeri 2 Panyabungan melakukan kecurangan mark-up Dana BOSP dan penggelembungan jumlah Siswa. Karena faktanya tidak sinkron antara jumlah siswa yang ada di absensi dan data laporan di Kemendikbud dan Kementrian Keuangan Negara ditemukan sebanyak 70 siswa yang tidak sesuai keterangan penyampaian laporan,” tegas Agustinus Zebua.

Tim investigasi sudah 2 (dua) kali berturut-turut mendatangi SMK Negeri 2 Panyabungan untuk menemui kepala sekolah meminta klarifikasi namun Kepsek tidak bersedia untuk ditemui dengan berbagai alasan sedang ada urusan penting di Cabang Dinas ungkap para Guru dan Seperti/Satpam.

“Sangat jelas, kuat dugaan ini terjadi bahwasanya di SMK Negeri 2 Panyabungan merupakan kepemimpinan ranah kerja sama melakukan penggelembungan jumlah siswa, Tim sudah berupaya untuk menemui Kepsek hingga 2 (dua) kali mendatangi Sekolah dan dan menghubungi melalui Via telpon serta Chat WhatsApp Securit/Satpam merespon pada hari pertamanya bahwa besok kita ketemu di Sekolah, dan Media mencoba meminta Nomor HP/WA namun Satpamnya bersikeras untuk tidak diberikan, dengan Alasan Nomor Pimpinan kami tidak sembarangan kami kasi,” Jawabnya Security merespon memilih bungkam untuk memberikan penjelasan dan. “Temuan ini segera kita laporkan di Kejatisu,” cetusnya Agus.

Namun hal ini bisa terjadi, karena tidak terlepas dari lumpuhnya kinerja pihak pengawas Cabang Dinas Wilayah XI dan Kasi SMK dalam melakukan pengawasan. Kita menduga bahwa ada konspirasi antara pihak Cabang Dinas dengan pihak Kepala Sekolah hingga itu terus berjalan mulus.

“Juga informasi yang kita dapat dari masyarakat sekitar bahwa setiap ada kegiatan disekolah dan pencairan dana BOSP Kepsek tidak melibatkan para Guru, mengambil keputusan sendiri dan ada pungutan kepada Siswa/Siswi perbulan, alasan dari Kepsek untuk membayar gaji honorer Honor dan staff, padahal ada dana BOSP untuk itu,” akhir kata Agustinus Zebua.

Awak media mengkonfirmasi salah satu masyarakat sekitar yang tidak bersedia dijelaskan namanya mengatakan di SMK Negeri 2 Panyabungan bila ada kegiatan di Sekolah tidak mengundang Perwakilan Murid Kepsek dan Ketua Komite mengambil keputusan sepihak,” ungkapnya singkat.

Awak media mencoba mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI untuk menemui Kasi SMK di ruangannya namun gagal tidak berada di lokasi, Berkatnews7.com berupaya menghubungi lewat Via telpon seluler dan Via Whatsapp dengan Nomor HP/WA. 08230437XXXX tidak tersambung hingga berita ini diturunkan.

Bersambung…..

Penulis: MarTaf/Yardin