Gunungsitoli, Sumatera Utara, Berkatnews7.com – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kota Gunungsitoli, Kecamatan Hiliduho (Kabupaten Nias), hingga Kecamatan Alasa (Kabupaten Nias Utara) dilaporkan semakin memprihatinkan.

Kerusakan di sejumlah titik jalur strategis ini dinilai sudah pada tahap membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses vital penghubung tiga kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Setiap hari, masyarakat mengandalkan akses ini untuk mobilitas harian hingga pengangkutan hasil produksi pertanian menuju Kota Gunungsitoli.

Pasang Iklan BerkatNews7

Namun, tingkat kerusakan yang kian parah secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kerusakan jalan tercatat telah memicu berbagai insiden, mulai dari pengendara sepeda motor yang terjatuh hingga kendaraan roda empat pengangkut barang yang hilang kendali dan terguling.

Mendorong Pengambilalihan Status Jalan oleh Provinsi

Menanggapi kondisi kritis tersebut, tokoh masyarakat Nias Utara sekaligus politikus Partai Golkar, Rozama Lase, SE (Ama Carlos), mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk mengambil langkah konkret.

Menurutnya, solusi jangka panjang yang paling realistis adalah mengubah status ruas Jalan Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.

“Ini bukan hanya persoalan jalan rusak, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah jatuh korban jiwa. Jika statusnya tetap jalan kabupaten, keterbatasan anggaran daerah akan terus jadi kendala utama pembangunan dan pemeliharaan,” tegas Rozama.

Ia juga meminta Forkopimda dan pemerintah daerah se-Kepulauan Nias untuk duduk bersama Pemprov Sumut guna membahas alih status serta penanganan jalan ini secara komprehensif.

Selain masalah jalan, Rozama turut menyoroti Jembatan Muzoi di Kecamatan Alasa Talu Muzoi agar segera mendapat perhatian revitalisasi dari Pemkab Nias Utara.

Menunggu Langkah Nyata Pemerintah Provinsi

Nada serupa disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Bitaya, Kecamatan Alasa, Ama Nias Zalukhu. Ia menilai peningkatan status jalan ini—maupun opsi penataan sebagai ring road inter-kabupaten—sangat mendesak untuk menopang pertumbuhan wilayah.

Ama Nias menambahkan bahwa pembenahan jalur ini sangat sejalan dengan program strategis Gubernur Sumatera Utara dalam pengembangan Bandara Binaka dan Pelabuhan Ro-Ro Gunungsitoli.

“Akses jalan ini vital bagi masyarakat Alasa dan Hiliduho menuju Gunungsitoli. Sangat disayangkan jika program pengembangan bandara dan pelabuhan tidak didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai,” ujar Ama Nias.

Meskipun Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, telah melewati ruas jalan ini dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Alasa pada 7 Agustus 2026 lalu, hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait skema pembenahan jalur tersebut.

Masyarakat Kepulauan Nias kini menunggu respons dan tindakan nyata dari Pemprov Sumut serta pemerintah daerah setempat agar perbaikan jalur vital ini dapat segera terealisasi demi menjamin keselamatan warga.

Laporan: Yaaro Mendrofa