Jember, Berkatnews7.com – Pembangunan saluran irigasi tersier HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) di Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, dikebut untuk mengejar target penyelesaian sebelum musim penghujan tiba.

Percepatan pembangunan dilakukan agar proses pekerjaan tidak terganggu cuaca sekaligus mendukung kebutuhan air bagi petani menjelang musim tanam.

Ketua HIPPA Desa Sumberpakem, Karimullah (Pak Rin), mengatakan bahwa proyek tersebut telah dikerjakan selama kurang lebih dua minggu dan saat ini progres fisik telah mencapai 100 persen pemasangan. Pengerjaan dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang telah berpengalaman di bidang konstruksi.

Pasang Iklan BerkatNews7

“Memang sengaja kami kebut pengerjaannya untuk mengejar waktu, mumpung belum musim penghujan,” ujar Karimullah saat meninjau lokasi proyek, Senin (3/8/2026).

Proyek irigasi tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian PUPR dengan nilai anggaran sekitar Rp170 juta. Meski progres fisik telah selesai, proses administrasi dan penyelesaian akhir masih terus dilakukan.

Menurut Karimullah, setelah seluruh tahapan rampung dan saluran mulai difungsikan, irigasi tersebut akan mengairi lahan persawahan milik masyarakat di Desa Sumberpakem sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia menegaskan bahwa pembangunan saluran irigasi menjadi salah satu prioritas karena air merupakan kebutuhan utama bagi para petani.

“Yang kami lakukan semata-mata untuk menopang kebutuhan dasar petani, yaitu kebutuhan air untuk bercocok tanam. Karena air sangat penting, pembangunan saluran tersier ini menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Karimullah menambahkan, pemerintah desa bersama HIPPA terus berupaya melengkapi jaringan irigasi permanen di wilayah tersebut agar tidak ada lagi petani yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

Untuk spesifikasi teknis, saluran irigasi memiliki panjang sekitar 570 meter dengan konstruksi dinding beton di sisi kiri dan kanan. Bangunan tersebut memiliki kedalaman sekitar 50 sentimeter, lebar bibir atas 30 sentimeter, lebar dasar 45 sentimeter, serta ketebalan dinding masing-masing sekitar 30 sentimeter dengan lebar keseluruhan mencapai 80 sentimeter.

Di sisi lain, Karimullah mengungkapkan bahwa pencairan dana proyek dilakukan secara bertahap. Skema pembayaran terdiri dari tiga termin, yakni 35 persen untuk termin pertama, 35 persen untuk termin kedua, dan 30 persen untuk termin ketiga.

Hingga saat ini, pihaknya baru menerima pencairan termin pertama sebesar sekitar Rp60 juta, sementara termin kedua dan ketiga masih belum dicairkan meskipun pekerjaan fisik telah selesai.

“Kami baru menerima termin pertama sekitar Rp60 juta. Termin kedua dan ketiga belum cair, padahal pekerjaan sudah selesai. Untuk sementara kami harus menalangi biaya terlebih dahulu. Namun tidak apa-apa, yang terpenting kebutuhan para petani dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Penulis : Untung R