Juli E. Restu War Hadiri Pelantikan Pengurus DPP Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Periode 2026–2030
Jakarta, Berkatnews7.com – Minggu, 19 Juli 2026, Tokoh muda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, yang juga dikenal sebagai aktivis dan edukator, menghadiri secara langsung undangan resmi Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPP SWI) Periode 2026–2031 yang diselenggarakan di United Tractors Grand Ballroom, Jakarta.
Kegiatan tersebut mengusung tema “SWI Green Impact 2026 – Ngopi Bareng Lingkungan Hidup: Dari Sampah Jadi Cuan”, yang mengangkat pentingnya pengelolaan sampah sebagai peluang ekonomi melalui pengembangan industri daur ulang dan ekonomi sirkular. Tema ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Juli E. Restu War menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Hj Iskandar, S.Sos. atas pelantikannya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) Periode 2026–2031. Hj. Iskandar, S.sos sebelumnya ditetapkan secara sah sebagai Ketua Umum melalui Musyawarah Nasional (Munas) SWI yang diselenggarakan di Boyolali pada Mei 2026.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Iskandar, S.Sos. atas amanah yang diberikan sebagai Ketua Umum DPP SWI Periode 2026–2031. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, SWI semakin profesional, independen, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers nasional dan kepentingan masyarakat Indonesia,” ujar Juli E. Restu War.
Ia juga berharap SWI terus menjadi organisasi wartawan yang mampu membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang.
Selain prosesi pelantikan, rangkaian acara juga menghadirkan diskusi publik bersama sejumlah narasumber dari unsur pemerintah pusat, kementerian, dunia usaha, akademisi, serta pemerhati lingkungan. Diskusi tersebut membahas strategi pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara insan pers, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi sektor industri yang bernilai tinggi bagi perekonomian nasional.
Berkat Bate’e


Tinggalkan Balasan