Nias Selatan, http://Berkatnews7.com – Aksi nyata kepemudaan terjadi di Kecamatan Aramo. Jalan penghubung antar desa yang putus akibat dihanyutkan Sungai Aramo pada Senin, 24 Agustus 2026 akhirnya mulai diperbaiki hari ini.

Penggerak utamanya adalah Kariaman Laia, SH, pemuda Desa Hili Sawato yang mengajak kawan-kawan pemuda dari 4 desa:

Desa Hili Sawato, Desa Hili Gafoa, Desa Hili Amauzula, dan Desa Balohao.

Pasang Iklan BerkatNews7

Dengan alat seadanya dan semangat kebersamaan, para pemuda bahu-membahu menimbun dan meratakan jalan agar bisa kembali dilalui warga.

Menurut Kariaman Laia, SH, kerusakan jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga 4 desa.

“Senin kemarin jalannya hanyut. Hari ini Selasa 25/8/2026 kita langsung turun. Ini jalan nadi kami. Anak sekolah, ibu-ibu ke pasar, hasil tani semua lewat sini. Kalau nunggu lama, kasihan masyarakat” ujar Kariaman laia,SH

Aksi gotong royong ini menjadi bukti bahwa pemuda Aramo tidak tinggal diam melihat kesulitan desanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kariaman Laia, SH juga menyampaikan permohonan kepada seluruh pimpinan daerah dan pusat agar segera membangun infrastruktur di wilayah Aramo.

Beliau memohon kepada:

1. Pemerintah Kabupaten Nias Selatan

Bupati Sokhiatulo Laia & Wakil Bupati Ir. Yusuf Nache, ST., MM

2. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Gubernur Bobby Nasution & Wakil Gubernur H. Surya

3. Pemerintah Pusat

Presiden RI Prabowo Subianto & Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka

“Kami mohon dengan hormat kepada Bapak Bupati, Bapak Gubernur, dan Bapak Presiden. Kiranya Sungai Aramo bisa segera dinormalisasi dan Jalan Lintas di Kecamatan Aramo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara segera dibangun secara permanen. Kami tidak mau setiap hujan jalan kami putus lagi” tegas Kariaman Laia, SH kepada FZ Buulolo kepala biro Berkatnews7.com Nias Selatan.

Gotong royong 4 desa ini menjadi bukti bahwa “Satu Tim, Satu Tujuan” bukan hanya slogan. Pemuda Aramo hadir sebagai solusi di tengah keterbatasan.

Warga kini berharap pemerintah segera merespon agar perbaikan darurat ini bisa diganti dengan pembangunan permanen.

 

Faozatulobuulolo