Diduga Telantarkan Pasien BPJS, RS Bethesda Gunungsitoli Terancam Putus Kerjasama
Gunungsitoli, http://Berkatnews7.com- Dugaan penelantaran pasien BPJS Kesehatan di RS Bethesda Gunungsitoli menguat. Seorang pasien bernama Ama Gawati Harefa mengaku dibiarkan hampir satu minggu tanpa ganti perban hingga tidak bisa bergerak.
Kepada awak media, Senin (26/10/2026), Ama Gawati Harefa menceritakan awal dirinya datang dengan kondisi telapak kaki bersimbah darah. Luka hanya dilakban dan keluarga disuruh membeli obat di apotek luar.
“Kurang lebih satu minggu saya di RS Bethesda, perban tidak pernah dibuka, tidak pernah disuntik. Saya minta cabut, lebih baik dirawat keluarga di rumah,” ungkap Ama Gawati.
Kejanggalan muncul saat pihak RS Bethesda diduga menyebut obat-obatan berasal dari Kantor BPJS Gunungsitoli. Pernyataan itu langsung dibantah Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli.
Menurut Kepala BPJS, BPJS Kesehatan tidak pernah menyalurkan obat ke rumah sakit manapun. BPJS hanya membayar klaim berupa uang paket INA-CBGs yang sudah termasuk obat, jasa dokter, dan perawatan.
Keluarga pun menduga ada ketidaksesuaian antara obat yang diberikan dengan obat yang dilaporkan ke BPJS.
Obat yang diterima diduga hanya obat generik murah, sementara laporan klaim diduga menggunakan obat mahal agar nilai klaim besar. Akibatnya pasien tak kunjung sembuh.
Dihubungi Dua Kali, Diduga Bungkam
Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media kepada Direktur RS Bethesda Gunungsitoli. Pada Senin, 26/10/2026 sekitar pukul 11.05 WIB, direktur dihubungi via telepon langsung ke nomor 0822-69XX-XXXX namun tidak diangkat. Pesan WhatsApp yang dikirim ke nomor yang sama hingga berita ini diterbitkan tidak direspon dan diduga bungkam.
Atas dugaan penelantaran dan dugaan fraud tersebut, warga mendesak BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli segera melakukan audit klaim pasien Ama Gawati Harefa. Jika terbukti ada pelanggaran, warga meminta BPJS tegas memutus Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan RS Bethesda demi melindungi ribuan pasien BPJS lain di Kepulauan Nias.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RS Bethesda Gunungsitoli belum memberikan hak jawab resmi.
(Yaaro Mendrofa)





Tinggalkan Balasan