Aceh Timur, Berkatnews7.com – Putusnya jembatan penghubung akibat banjir yang melanda Aceh pada akhir tahun 2025 masih menyisakan dampak bagi masyarakat di Kecamatan Darul Ihsan dan Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Salah satu yang paling terdampak adalah para pelajar yang harus menyeberangi sungai setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan para pelajar, Kanit Binmas Polsek Darul Ihsan, Aipda Andi Alfi Syahrin, S.H., pada Rabu (05/08/2026) pagi membantu proses penyeberangan menggunakan perahu karet. Para pelajar tersebut merupakan siswa SMP Negeri 1 Darul Ihsan dan SMA Darul Ihsan yang berada di seberang sungai.

Kapolsek Darul Ihsan, Iptu Suria Darma, S.H., mengatakan kehadiran personel kepolisian di lokasi merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya untuk memastikan para pelajar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman.

Pasang Iklan BerkatNews7

“Kami tidak ingin kondisi putusnya jembatan menghambat anak-anak memperoleh pendidikan. Selama akses belum pulih, anggota kami akan terus membantu penyeberangan agar mereka dapat berangkat dan pulang sekolah dengan selamat,” ujar Iptu Suria Darma.

Ia menjelaskan, sebelum banjir besar melanda pada akhir tahun 2025, masyarakat masih memanfaatkan jembatan besi yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara Gampong Keude Dua dengan Gampong Bantayan, Kecamatan Darul Ihsan, serta sejumlah gampong di Kecamatan Idi Rayeuk. Meskipun kondisinya telah rusak, jembatan tersebut masih dapat dilalui hingga akhirnya putus akibat banjir.

Menurut Kapolsek, persoalan ini memerlukan penanganan jangka panjang. Pembangunan kembali akses darat melalui jembatan dinilai sangat penting agar aktivitas pendidikan, perekonomian, serta pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan darurat sebagai langkah awal memulihkan konektivitas wilayah, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen,” tutup Iptu Suria Darma.

Penulis: Marhaban