Bang YD Tanggapi Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Oleh Walikota Gunungsitoli
Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli baru saja menyampaikan laporan melalui akun facebook resmi pemko gunungsitoli bahwa realisasi belanja daerah Tahun 2025 mencapai 89,26 persen dari APBD 2025 sebesar Rp. 737,64 miliar. Sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp. 670,29 miliar.
Hal tersesebut Yusman Dawolo/ Bang YD Menanggapi yang artinya lebih dari Rp. 80 miliar anggaran tidak digunakan. Sementara sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) 2025 sebesar Rp. 22,33 miliar.
Padahal, APBD disusun bukan untuk disimpan, melainkan untuk dibelanjakan secara efektif demi kesejahteraan rakyat. Anggaran yang tidak terserap berarti ada pembangunan yang tertunda, terdapat pelayanan publik yang belum optimal, dan peluang ekonomi yang hilang.
Pertanyaannya, kenapa masih ada anggaran yang tidak terserap? Seharusnya digunakan 100 persen untuk membuka lapangan kerja atau mensejahterakan rakyat. Terus bagaimana punya kemampuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)?
Kota atau kabupaten yang maju umumnya memiliki tiga karakteristik yang sama. Pertama, serapan anggaran tinggi, rata-rata di atas 95 persen. Kedua, PAD terus meningkat sehingga tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat. Ketiga, aset daerah dikelola secara produktif untuk menghasilkan nilai ekonomi.
Karena itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli perlu berani meningkatkan serapan APBD hingga 100 persen, melakukan upaya-upaya yang maksimal untuk meningkatkan PAD, dan melakukan optimalisasi aset daerah sebagai agenda prioritas.
Nilai aset daerah yang telah mencapai Rp2,08 triliun seharusnya tidak hanya menjadi angka dalam laporan keuangan, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Karena keberhasilan APBD bukan diukur dari besarnya surplus yang tersisa, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Rakyat tidak hidup dari angka SiLPA. Rakyat membutuhkan jalan yang bagus, jembatan yang terbangun, pendidikan yang berkualitas dan merata, layanan kesehatan yang murah dan mudah diakses, lapangan kerja yang banyak, dan pendapatan masyarakat yang terus meningkat.
Karena itu, setiap rupiah APBD harus bekerja untuk mensejahteraan rakyat, jelas bang YD Melalui akun facebook Milikya.




Tinggalkan Balasan