Tapanuli Utara, http://Berkatnews7.com – Kondisi akses jalan menuju SMAN 2 Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik badan jalan terlihat berlubang dan tergenang air setelah hujan, sementara jalur tersebut setiap hari digunakan siswa, guru, orang tua, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan sekolah.

Hasil pemantauan di lokasi pada Kamis (20/8/2026) menunjukkan kerusakan badan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan.

Lubang yang terisi air membuat kondisi permukaan jalan sulit diperkirakan pengguna kendaraan, sehingga pengendara terpaksa memperlambat laju dan mengambil sisi jalan untuk menghindari bagian yang rusak.

Pasang Iklan BerkatNews7

Ironisnya, akses tersebut berada di lingkungan fasilitas pendidikan yang melayani lebih dari seribu siswa. Setiap hari, mobilitas pelajar dan masyarakat bergantung pada kondisi jalan tersebut.

Seorang warga asal Provinsi Jambi yang berprofesi sebagai jurnalis turut menyayangkan kondisi itu. Saat berada di lokasi untuk mengurus administrasi mutasi sekolah anaknya, ia melihat langsung genangan dan kerusakan jalan yang dinilai menghambat kelancaran akses menuju sekolah.

Bukan hanya pengendara. Siswa yang melintas juga harus lebih berhati-hati ketika melewati titik jalan yang berlubang. Saat hujan turun, genangan air berpotensi menyamarkan kedalaman lubang sehingga meningkatkan risiko kendaraan terperosok atau mengalami kerusakan.

Pertanyaannya, sampai kapan akses menuju sekolah harus dibiarkan dalam kondisi seperti ini?

Pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait dinilai perlu turun langsung, bukan sekadar menunggu keluhan masyarakat.

Kondisi lapangan harus diperiksa secara faktual untuk memastikan tingkat kerusakan, penyebab genangan, serta bentuk penanganan yang dibutuhkan.

Jalan menuju sekolah semestinya menjadi bagian dari infrastruktur dasar yang mendukung kegiatan pendidikan. Karena itu, kerusakan yang mengganggu akses harian siswa dan masyarakat tidak seharusnya dianggap sebagai persoalan sepele.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan instansi terkait tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.

Mereka berharap ada langkah nyata berupa peninjauan, pemeliharaan, dan perbaikan pada titik-titik jalan yang rusak, sehingga akses menuju SMAN 2 Siborongborong kembali layak dan aman digunakan.

Jika kondisi ini memang berada dalam kewenangan pemerintah daerah, masyarakat tentu berhak mengetahui kapan penanganan akan dilakukan dan apa langkah konkret yang akan diambil.

Sebab, persoalannya bukan hanya jalan berlubang. Ini menyangkut akses ribuan pelajar menuju tempat mereka menuntut ilmu setiap hari.

 

Penulis: Budi Tampubolon