Jalan Penghubung dan Akses Hasil Bumi Terputus, Warga Gidosebua Minta Perhatian Gubernur Sumut
Gunungsitoli, Berkatnews7.com — Ruas jalan yang terputus di Desa Tetehosi I, Dusun III Gidosebua, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat setempat.
Persoalan tersebut sebelumnya telah beberapa kali diberitakan dan mendapat perhatian masyarakat. Namun, hingga saat ini, pembangunan maupun penanganan permanen terhadap ruas jalan tersebut dinilai belum menemukan titik terang.
Padahal, ruas jalan tersebut memiliki peranan penting bagi masyarakat. Selain menjadi akses mobilitas warga, jalan itu juga merupakan salah satu jalur yang digunakan masyarakat dari beberapa desa untuk mengangkut hasil bumi dan hasil pertanian menuju wilayah tujuan, termasuk pusat perekonomian.
Kondisi jalan yang terputus dinilai dapat menghambat aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan akses transportasi untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan. Apabila akses tersebut tidak segera mendapatkan penanganan, masyarakat dikhawatirkan harus menempuh jalur alternatif yang dapat berdampak terhadap waktu dan biaya transportasi.
Pemuda Gidosebua, Juli Berkat Bate’e, meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution agar segera turun tangan melihat langsung kondisi ruas jalan tersebut.
Menurut Juli, pemerintah perlu melihat persoalan ini bukan hanya sebagai persoalan akses jalan masyarakat setempat, tetapi juga sebagai bagian dari kebutuhan pembangunan konektivitas wilayah di Pulau Nias.
“Jalan ini bukan hanya digunakan oleh masyarakat Gidosebua. Ini merupakan salah satu akses masyarakat dari beberapa desa untuk mengangkut hasil bumi dan hasil pertanian. Karena itu, kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan ini,” ujar Juli Berkat Bate’e.
Juli menyampaikan, apabila ruas jalan tersebut dikembangkan secara serius dan titik jalan yang terputus dibangun dengan jembatan permanen, maka akses tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurutnya, dengan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan yang dilakukan secara terencana, ruas tersebut berpotensi dikembangkan sebagai salah satu jalur penghubung antardaerah di Pulau Nias.
Jalur tersebut diharapkan dapat mendukung konektivitas antara Kabupaten Nias, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias Selatan, serta akses menuju Bandara Binaka Gunungsitoli.
“Kalau jalan ini dikembangkan dan dibangun jembatan permanen, kami melihat potensinya sangat besar untuk menjadi salah satu ruas penghubung antardaerah. Tentunya hal ini membutuhkan kajian teknis dan perencanaan dari pemerintah,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat kondisi jalan dari sisi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mempertimbangkan manfaat jangka panjang terhadap perekonomian dan perkembangan wilayah.
Menurutnya, akses transportasi yang memadai akan mempermudah masyarakat membawa hasil pertanian, memperlancar distribusi barang, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sejumlah desa yang menggunakan akses tersebut.
Juli secara khusus meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution agar melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan yang terputus tersebut.
Ia berharap setelah dilakukan peninjauan, pemerintah dapat melakukan kajian teknis mengenai kondisi jalan, kebutuhan pembangunan jembatan permanen, serta kemungkinan peningkatan status dan fungsi ruas jalan tersebut sesuai ketentuan dan kewenangan pemerintah.
“Kami berharap Bapak Gubernur Sumatera Utara segera melakukan peninjauan langsung. Jangan hanya mendapatkan laporan dari meja, tetapi lihat kondisi masyarakat dan jalan ini secara langsung,” tegas Juli.
Ia juga meminta agar pemerintah mempertimbangkan penganggaran pembangunan jalan dan jembatan tersebut melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku.
Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menunggu adanya solusi konkret terhadap persoalan jalan tersebut.
Juli juga menyampaikan kritik terkait perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Kepulauan Nias.
Ia berharap berbagai kegiatan dan perhatian pemerintah terhadap Pulau Nias tidak berhenti pada kunjungan atau aktivitas seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya pencitraan untuk berkantor di Pulau Nias, namun kami masyarakat merasa seperti diajak menunggu tanpa kepastian dan belum merasakan hasil kepemimpinan Bapak secara nyata,” ujar Juli.
Meski menyampaikan kritik, Juli menegaskan bahwa harapannya kepada pemerintah tetap mengarah pada adanya solusi dan pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah daerah terkait untuk duduk bersama mencari solusi terhadap persoalan tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus melihat kepentingan masyarakat luas, terutama akses yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Keberadaan ruas jalan tersebut dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor pertanian dan perkebunan, sehingga akses transportasi menjadi bagian penting dalam proses distribusi hasil bumi.
Dengan kondisi jalan yang baik dan tersambung, masyarakat akan lebih mudah membawa hasil pertanian dari wilayah produksi menuju tempat penjualan atau pusat perekonomian.
Karena itu, pembangunan jembatan permanen dan peningkatan ruas jalan diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap jalan yang terputus, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat.
Juli berharap aspirasi masyarakat Gidosebua dan desa-desa sekitar dapat menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin akses masyarakat diperhatikan dan dibangun dengan baik. Kami berharap pemerintah hadir memberikan solusi nyata. Kalau jalan ini memang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi jalur strategis, mari dilakukan kajian dan direncanakan dengan baik,” pungkasnya.
Hingga rilis ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengenai rencana penanganan dan pembangunan ruas jalan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan peninjauan ke lokasi serta memberikan kejelasan mengenai langkah yang akan dilakukan terhadap ruas jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dan pengangkutan hasil bumi dari beberapa desa.
Redaksi


Tinggalkan Balasan