Pemilihan Calon PWI Musi Rawas Herry Malindo Mengingatkan Hak Suara Harus Dicermati, Sebelum Memili Pilihan Harus Berdasarkan Hati nurani Yang Bersi Tulus
Musi Rawas Sumatera Selatan.,-Berkatnews7.Com Pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Musi Rawas tela di buka pemilihan Ketua PWI Musi Rawas akan digelar mendatang yang akan didasarkan integritas, kompetensi, rekam jejak dan visi kepemimpinan, bukan karena popularitas, tekanan maupun kepentingan kelompok tertentu.
“Suara dan hak harus dicermati sebelum memilih bukan jadi barang dagangan. Pilihan harus berdasarkan hati nurani,integritas, tegas,kompetensi, proposional.keberanian dan kemampuan nyata calon dalam membangun organisasi,” Yang baik’ bijaksana.
Selain kompetensi jurnalistik, calon ketua dinilai harus memahami perkembangan pers dan media digital serta memiliki pengalaman organisasi yang memadai. Kemampuan tersebut dibutuhkan agar PWI Musi Rawas mampu menghadapi perubahan dan tantangan profesi wartawan.
“Herry Malindo mengatakan pemilik suara juga pentingnya independensi. Ketua PWI Musi Rawas tidak boleh mudah dipengaruhi kepentingan politik, kekuasaan maupun bisnis tertentu, tetapi harus berani memperjuangkan kepentingan wartawan dan kemerdekaan pers dengan tetap berpegang pada hukum serta etika jurnalistik.
Kemampuan mempersatukan anggota juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Ketua PWI Musi Rawas harus mampu merangkul seluruh anggota dan tidak menjadikan organisasi sebagai alat kepentingan kelompok tertentu.
Dari sisi organisasi, bakal calon ketua harus memiliki kemampuan manajerial, jaringan yang luas serta komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Pengelolaan keuangan, tertib administrasi, program dan kebijakan organisasi harus dapat dipertanggung jawabkan kepada anggota.
Herry juga menginginkan ketua terpilih nantinya agar memiliki program nyata untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan wartawan, antara lain melalui pendidikan jurnalistik, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), perlindungan hukum, peningkatan kapasitas serta penguatan ekonomi anggota.
“PWI Musi Rawas membutuhkan pemimpin, bukan sekadar pengurus; pemersatu, bukan pemecah; pejuang pers, bukan pencari kepentingan; serta pelayan anggota, bukan penguasa organisasi,” tegasnya.
Karena itu, hak suara dalam konferensi akan digunakan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kapasitas dan rekam jejak masing-masing calon. Pemilik suara berharap konferensi PWI Musi Rawas menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat organisasi, menjaga kemerdekaan pers dan meningkatkan profesionalisme
Heri





Tinggalkan Balasan