BBM Mahal, Listrik Sering Padam! Warga Batu Ampar Desak Pemda dan PLN Jangan Tutup Mata
Kuburaya, Kalbar, http://Berkatnews7.com-Mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemadaman listrik yang disebut kerap terjadi memicu keluhan masyarakat Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Warga mendesak pemerintah daerah (Pemda), DPRD, Pertamina, BPH Migas, dan PLN segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan energi yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut, Rabu (21/10/2026).
Dalam aksi massa yang melibatkan Kamirad Serpades, Solmadapar, dan aliansi masyarakat, persoalan energi menjadi salah satu tuntutan utama. Warga mengeluhkan harga Pertalite yang disebut mencapai Rp15.000 per liter, sedangkan solar bersubsidi dilaporkan menembus Rp19.000 per liter.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Batu Ampar, Ari, menegaskan bahwa tingginya harga BBM sangat membebani masyarakat, khususnya warga Padang Tikar dan sekitarnya yang bergantung pada bahan bakar untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Menurut Ari, kondisi tersebut berkaitan dengan penghentian operasional sub-penyalur BBM yang sebelumnya membantu menjaga pasokan dan kestabilan harga di wilayah mereka.
“Dulu, saat sub-penyalur masih beroperasi, harga BBM relatif stabil. Setelah dihentikan, harga melonjak dan masyarakat yang harus menanggung dampaknya. Kami meminta persoalan ini jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegas Ari.
Ari mendesak Bupati Kubu Raya, DPRD, dan Pertamina agar tidak sekadar mendengar keluhan masyarakat. Ia meminta para pihak tersebut mengawal aspirasi warga hingga ke pemerintah pusat, khususnya BPH Migas, untuk mengevaluasi kebijakan penghentian operasional sub-penyalur BBM.
Ia menilai kebijakan distribusi energi perlu mempertimbangkan kondisi geografis, akses transportasi, dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil. Menurutnya, kebijakan administratif harus tetap memperhatikan dampaknya terhadap akses masyarakat dalam memperoleh BBM dengan harga terjangkau.
“Jangan hanya melihat aturan di atas meja. Turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi masyarakat yang sebenarnya. Kalau masyarakat semakin sulit mendapatkan BBM dengan harga terjangkau, siapa yang harus bertanggung jawab mencari solusinya?” ujar Ari.
Ia juga meminta BPH Migas membuka ruang evaluasi secara serius dan memberikan penjelasan mengenai langkah yang dapat ditempuh untuk menjamin kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat Batu Ampar.
Sementara itu, pemerintah daerah dan DPRD diminta mengawal aspirasi warga agar tidak berhenti pada forum rapat maupun pernyataan saat aksi berlangsung. Masyarakat berharap adanya tindak lanjut yang jelas dan solusi yang dapat dirasakan secara langsung.
Selain persoalan BBM, warga turut menyoroti pemadaman listrik yang disebut kerap terjadi di Kecamatan Batu Ampar. Gangguan tersebut dinilai menghambat aktivitas sehari-hari dan menambah beban masyarakat.
Ari mendesak pimpinan PLN di Kalimantan Barat mengevaluasi keandalan pasokan listrik, mengidentifikasi penyebab gangguan, serta melakukan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“BBM dan listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami meminta PLN segera membenahi pelayanan. Jangan biarkan masyarakat terus menghadapi persoalan yang sama tanpa kepastian kapan masalah ini diselesaikan,” tegasnya.
Menurut Ari, masyarakat di wilayah pelosok berhak mendapatkan pelayanan energi yang layak. Kondisi geografis dan jarak dari pusat pemerintahan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan bagi terhambatnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Aksi masyarakat Batu Ampar tersebut menjadi penyampaian aspirasi sekaligus desakan kepada pihak terkait agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan energi di wilayah itu.
Pemda dan DPRD diharapkan mengawal aspirasi masyarakat, Pertamina diminta memberikan penjelasan mengenai distribusi BBM, BPH Migas didesak mengevaluasi kebijakan sub-penyalur dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, sedangkan PLN diminta meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari seluruh pihak terkait agar persoalan harga BBM dan pemadaman listrik di Kecamatan Batu Ampar mendapatkan penyelesaian yang jelas dan berkelanjutan.
( AGUSTIANDI )





Tinggalkan Balasan