KELUARGA BANTAH BUNUH DIRI! Kematian Winda Lorenzo Gowasa: Tubuh Penuh Lebam, Ada Bekas Pencekikan — Diduga KDRT, Polisi Diminta Usut Tuntas
Medan, Berkatnews7.com – Misteri kematian Winda Lorenzo Gowasa (atau Winda Lauren Gowasa) terus menjadi sorotan publik. Perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, di rumah orang tua suaminya di Komplek Bumi Asri, Kota Medan, Sumatera Utara. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat setelah pihak keluarga secara tegas membantah dugaan bunuh diri yang sebelumnya disampaikan sebagai dugaan awal.
Keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan, bahkan menduga adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi sebelum korban meninggal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan awal kepolisian menyebut korban meninggal akibat luka tembak menggunakan senjata api milik suaminya, Bripka Iman Harefa (IH), yang disebut berada di atas meja setelah pemiliknya pulang bertugas. Namun hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian korban.
Kronologi
Menurut keluarga, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Winda dalam kondisi sehat dan beberapa kali menceritakan kepada orang terdekat mengenai tekanan batin yang dialaminya selama berumah tangga. Korban juga disebut pernah mengaku mendapat perlakuan yang tidak adil serta diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Meski sempat berpisah, korban akhirnya kembali rujuk dengan suaminya setelah adanya ajakan dan mediasi dari pihak keluarga suami. Namun, menurut keluarga, setelah kembali tinggal bersama, korban kembali mengeluhkan kondisi rumah tangganya.
Keluarga menyebut Winda pernah mengaku hanya diberi uang dalam jumlah yang sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari, tidak diperbolehkan meminta langsung kepada suaminya, serta merasa terpukul karena mengetahui anak-anaknya dibawa berkenalan dengan perempuan lain.
Pada Minggu siang, 2 Agustus 2026, korban kemudian ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dengan luka tembak. Namun saat keluarga melihat langsung kondisi jenazah, mereka mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai tidak sesuai dengan dugaan bunuh diri.
Keluarga Ungkap Dugaan Kejanggalan
Ayah kandung korban, Sanalui Gowasa, menegaskan keyakinannya bahwa putrinya bukan meninggal karena bunuh diri.
«”Ini bukan bunuh diri. Ini asli dianiaya,” tegas Sanalui.»
Menurut keluarga, pada tubuh korban ditemukan bekas yang diduga pencekikan di bagian leher, kedua mata mengalami lebam, serta hampir seluruh tubuh tampak membiru dan penuh memar.
Keluarga juga menyatakan tidak menemukan tanda-tanda luka tembak yang menurut mereka sesuai dengan narutan dugaan bunuh diri yang berkembang di awal penyelidikan.
Selain itu, keluarga membantah informasi bahwa korban datang meminta rujuk namun ditolak. Mereka menyebut justru pihak suamilah yang lebih dahulu mengajak korban kembali dan menjemputnya.
Autopsi Belum Diserahkan
Jenazah korban telah menjalani autopsi. Namun hingga berita ini ditulis, keluarga mengaku belum menerima salinan resmi hasil visum maupun autopsi secara lengkap.
Menurut keluarga, setiap kali meminta perkembangan hasil pemeriksaan, mereka hanya diminta untuk bersabar menunggu proses penyelidikan.
Dengan penuh haru, ibu korban, Yestin Laia, memohon agar kasus kematian putrinya diungkap secara transparan.
«”Tolong Pak Presiden, tolong Pak Kapolri… buka apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.»
Keluarga Desak Pengusutan Transparan
Atas berbagai kejanggalan yang mereka temukan, keluarga besar Winda Lorenzo Gowasa mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi.
Adapun tuntutan keluarga meliputi:
1. Membuka secara transparan rekaman CCTV, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), serta daftar saksi yang telah diperiksa.
2. Menyerahkan hasil visum dan autopsi secara utuh kepada keluarga.
3. Tidak menetapkan kesimpulan bunuh diri sebelum seluruh alat bukti dan hasil forensik diuji secara menyeluruh.
4. Menetapkan tersangka apabila ditemukan unsur pidana berdasarkan alat bukti yang sah.
5. Menyelidiki dugaan KDRT yang disebut telah berulang sebagai bagian dari rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal.
“Kami tidak menerima penjelasan yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh jenazah anak kami. Apa yang sebenarnya terjadi harus diungkap. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Kami hanya meminta keadilan untuk Winda,” demikian pernyataan keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. BerkatNews7.Com juga masih menunggu keterangan resmi lanjutan dari kepolisian maupun hasil autopsi sebagai dasar untuk memastikan fakta-fakta dalam perkara ini.
Sumber: Tim BerkatNews7.Com
Laporan: James Purnama Gea


Tinggalkan Balasan