Nias Utara, Berkatnews7.com – Kekecewaan masyarakat Desa Meafu, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara, terhadap kondisi jalan yang belum diperbaiki kembali mencuat. Warga memasang sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini dinilai hanya sebatas janji.

Spanduk-spanduk tersebut dipasang di beberapa titik jalan Desa Meafu yang kondisinya masih dipenuhi bebatuan, lubang, dan menjadi sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur di wilayah mereka.

Beberapa tulisan yang terpampang pada spanduk di antaranya berbunyi:

Pasang Iklan BerkatNews7

“Pak Prabowo bantu kami berantas korupsi di Nias Utara.”

“Indonesia gak bisa maju kalau korupsi masih merajalela.”

“Dari pada ke Jalan Meafu lebih baik ke Jakarta–Medan.”

“Ini bukan jalan rusak, tapi ini monumen ketidakadilan pemerintah.”

“Turut berduka cita matinya keadilan bagi masyarakat Meafu.”

Tulisan-tulisan tersebut menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan secara menyeluruh.

Menurut keterangan warga, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika pernah menyampaikan adanya rencana penganggaran sekitar Rp9 miliar melalui APBD Tahun 2026 untuk pembangunan ruas jalan dimaksud. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh warga, pekerjaan yang terlaksana baru mencakup sekitar 2,5 kilometer, yakni dari perbatasan Desa Lasara menuju Desa Berua, Kecamatan Namohalu Esiwa, dan belum menjangkau Desa Meafu yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, warga juga menyatakan bahwa pada tahun 2025 Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu pernah menyampaikan komitmen secara lisan mengenai rencana pembangunan jalan Desa Meafu pada tahun 2026. Hingga berita ini diterbitkan, warga menilai realisasi yang mereka harapkan belum terlihat di lokasi tersebut.

Salah seorang warga melalui unggahan di media sosial menuliskan harapannya kepada pemerintah:

“Pak Bupati Amizaro Waruwu, kami memang hanya anak sekolah dan warga biasa, tetapi kami mengerti arti sebuah janji. Setiap hari kami berjuang melewati jalan yang rusak demi sekolah dan bekerja. Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya menginginkan jalan yang aman dan layak dilalui.”

Sementara itu, tokoh masyarakat Nias, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur.

“Infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jalan yang rusak akan menghambat aktivitas warga dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu pembangunan harus benar-benar menjangkau wilayah yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Masyarakat Desa Meafu berharap Pemerintah Kabupaten Nias Utara segera memberikan kepastian terkait pembangunan jalan tersebut. Mereka menginginkan adanya langkah nyata agar akses transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu akibat kondisi jalan yang rusak.

Hingga berita ini diterbitkan, BerkatNews7.Com masih membuka ruang hak jawab dan akan berupaya mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Nias Utara maupun pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi mengenai perkembangan rencana pembangunan jalan di Desa Meafu.


Sumber: Warga Desa Meafu
Lokasi: Desa Meafu, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara
Laporan: Tim Berkatnews7.com
Penulis: James Purnama Gea