Maumere, Berkatnews7com – Dalam semangat gotong royong dan komitmen meningkatkan mutu pendidikan, Komunitas Belajar (Kombel) Kepala SMP Klaster 9 Kabupaten Sikka menggelar pertemuan kolaboratif pada Jumat, 24 Juli 2026, di Aula Sanpukat, Maumere.

Kegiatan yang dihadiri para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum ini menjadi wadah berbagi praktik baik sekaligus memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027.

Pertemuan dipandu oleh Pengawas Sekolah Klaster 9, Ana Aprila, dengan agenda utama berbagi praktik baik pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pemaparan profil sekolah, Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan KSP, serta penyusunan rencana tindak lanjut bagi seluruh sekolah di klaster.

Pasang Iklan BerkatNews7

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar sekolah, meningkatkan kualitas implementasi kurikulum, serta menjawab berbagai tantangan pendidikan, terutama penguatan literasi, numerasi, dan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) sesuai kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pada sesi berbagi praktik baik, sepuluh kepala sekolah mempresentasikan pengalaman masing-masing dalam menyelenggarakan MPLS Ramah Anak yang mengacu pada panduan Kemendikdasmen.

Berbagai inovasi pun mewarnai pelaksanaan MPLS. Kepala SMPN 46 Nangahale, Tutty Lisnawati, S.Pd., memperkenalkan kegiatan deteksi kesehatan dini melalui pengukuran denyut nadi dan tes fleksibilitas (sit and reach) yang melibatkan guru dan peserta didik.

Sementara itu, Kepala SMP PGRI 1 Egon, Irene Sidok, menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memberikan edukasi literasi digital kepada peserta didik baru agar mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Suasana MPLS yang melibatkan masyarakat juga ditampilkan oleh SMPK Bank Saller. Kepala sekolahnya, Paulus Wisang, mengaku terinspirasi oleh SMPN 43 Wolomotong yang menutup rangkaian MPLS dengan jalan sehat dan atraksi drumband mengelilingi desa sehingga mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah sekolah juga membagikan pengalaman menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan jaringan internet saat pelaksanaan asesmen literasi dan numerasi di SMPN 47 Ojang. Berkat strategi dan kerja sama para guru, seluruh peserta didik tetap dapat menyelesaikan asesmen dengan baik.

«”Pertemuan ini sangat padat namun luar biasa menyenangkan. Kami pulang dengan pemahaman baru, terutama dalam menyelaraskan visi, misi, dan tujuan sekolah melalui pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning),” ujar Kepala SMPK Runu Puhun, Henry Eky.»

Selain mengevaluasi pelaksanaan MPLS, seluruh kepala sekolah memaparkan profil satuan pendidikan masing-masing. Dari diskusi tersebut terungkap masih adanya peserta didik kelas VII yang belum lancar membaca.

Menyikapi kondisi itu, seluruh sekolah di Klaster 9 berkomitmen menyiapkan program intervensi literasi secara khusus agar kemampuan dasar membaca peserta didik dapat meningkat.

Pada sesi Bimbingan Teknis, Ana Aprila memberikan penyegaran terkait penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, prosedur penyusunan KSP, serta kriteria kenaikan kelas dan kelulusan sesuai Surat Edaran Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka. Materi juga diperkaya oleh paparan Tutty Lisnawati mengenai penyelarasan visi dan misi sekolah dengan pendekatan pembelajaran mendalam.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta menyepakati jadwal pendampingan penyusunan KSP di masing-masing sekolah. Melalui kolaborasi yang terus dibangun, Komunitas Belajar Kepala SMP Klaster 9 Kabupaten Sikka berharap mampu menghadirkan perubahan nyata demi meningkatkan mutu pendidikan yang berpihak pada peserta didik.

 

(Yuven Fernandez)