Jember Jatim, Berkatnews7.com – Jember Fashion Carnival (JFC) 2026 telah dibuka secara resmi oleh Bupati Jember Gus Fawait. Kini JFC telah menginjak usia 24 tahun. Tidak sekadar menjadi panggung seni busana dan kebudayaan kelas dunia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif rakyat.

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ajang bergengsi inir sebagai instrumen strategis memacu perputaran uang dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Gus Fawait mengatakan bahwa Jember memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan berbagai tokoh nasional di bidang politik, seni, hingga kebudayaan. Kehadiran event tahunan seperti JFC melengkapi deretan prestasi tersebut dengan menjadi tempat penggodokan bakat bagi generasi muda di industri kreatif dan karnaval.

Pasang Iklan BerkatNews7

Pernyataan itu diucapkan Gus Fawait usai membuka JFC Red Carpet di Pendopo Wahyahwibawagraha Jumat malam (24/7/2026). “Sebagai kepala daerah, tentu kami sangat mendukung setiap kegiatan positif. JFC tidak hanya menjadi ruang tempaan generasi penerus dunia karnaval, tetapi juga terbukti membawa dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi sektor informal,” ujar Gus Fawait.

Gus Fawait menambahkan, dampak positif JFC langsung dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Tingkat okupansi hotel melambung hingga penuh, sementara para pelaku UMKM dan pedagang kecil mengantongi lonjakan omset yang signifikan dibandingkan hari biasa.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya memposisikan event budaya sebagai hiburan semata, melainkan merancangnya agar memiliki multiplier effect (efek ganda) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 8 ribu jiwa warga Jember tercatat berhasil lepas dari jerat kemiskinan. Bupati optimistis tren penurunan ini akan berlanjut lebih masif. Dia mematok target agresif untuk menekan jumlah penduduk miskin absolut hingga berada di bawah angka psikologis 200.000 jiwa, sebuah pencapaian yang belum pernah tersentuh dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Optimisme ini diperkuat oleh keberhasilan Pemkab Jember menembus target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas Rp 1 triliun pada 2025, serta capaian pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah Tapal Kuda.

Penulis : Haironi