Pemuda Nias Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnis Jance Zebua
Jakarta, Berkatnews7.com – Jajaran Pemuda Kepulauan Nias Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa kemanusiaan di depan Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian sekaligus tuntutan agar penegakan hukum berjalan transparan dan berkeadilan dalam pengungkapan kasus kematian Agnis Jence Zebua, siswi asal Kabupaten Nias Utara.
Aksi ini dihadiri sejumlah aktivis dan tokoh pemuda, antara lain Juli E. Restu War, April Julianus Daeli, Emon Wirawan Harefa, Deseri Harefa, Yuken Riusman Hulu, Anna Baeha, serta puluhan peserta lain dari berbagai komunitas. Turut hadir kuasa hukum keluarga korban, Fae J. Sarumaha, yang mendampingi jalannya penyampaian aspirasi.
Dikoordinir oleh Forum Juang Ono Niha (FJO) bersama Gerakan Mahasiswa Nias Nusantara (GMN Nusantara), kegiatan berlangsung pukul 13.00 hingga 20.00 WIB, diisi orasi bergantian yang menekankan pentingnya kepastian hukum dan keadilan.
Puncak acara pukul 17.40 WIB, seluruh peserta menyalakan lilin secara serentak sebagai penghormatan dan solidaritas. Mereka juga menyanyikan lagu Tano Niha serta berdoa bersama agar proses penyidikan segera menemukan titik terang.
Massa menyampaikan empat tuntutan utama:
- Mendesak Kapolri mengambil alih supervisi penanganan kasus;
- Meminta Polda Sumut menyampaikan hasil forensik secara terbuka;
- Meminta evaluasi proses penyidikan jika ada penyimpangan prosedur;
- Meminta evaluasi kepemimpinan Polres Nias demi memulihkan kepercayaan publik.
Sekitar pukul 19.20 WIB, perwakilan massa dan kuasa hukum diundang audiensi ke Bareskrim Polri. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Nias menjelaskan adanya kendala teknis seperti lokasi TKP yang tidak steril, keterbatasan saksi, serta pemeriksaan laboratorium yang memakan waktu. Meski begitu, penyidikan tetap berjalan dan saat ini sedang mendalami data komunikasi serta transaksi digital.
Pihak kepolisian juga menegaskan kasus ini sudah berada di bawah pengawasan Bareskrim Polri, dan mereka optimis kasus ini dapat terungkap berdasarkan alat bukti yang ada.
Di akhir aksi, sempat terjadi ketegangan yang menyebabkan satu peserta terluka dan satu lainnya pingsan, namun segera dilerai oleh aparat pengamanan.
Melalui aksi ini, para pemuda berharap proses hukum berjalan profesional, objektif, dan transparan, sehingga memberikan kepastian hukum serta keadilan bagi keluarga korban.
Penulis: Berkat Bate’e




Tinggalkan Balasan