Tanoker Gelar Pelatihan SEL untuk Cetak Wirausaha Muda Inklusif di Jember
Jember, Berkatnews7.com- Komunitas Tanoker menggelar Pelatihan Social Emotional Learning (SEL) bertajuk “Akarku” bagi peserta Program KUBIK 2.0 (Kelompok Usaha Bisnis Inklusif) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Tanoker bersama NLR Indonesia dan Liliane Fonds untuk memperkuat kapasitas generasi muda, khususnya Orang Muda Penyandang Disabilitas (OMD) dan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), agar menjadi wirausaha yang mandiri dan inklusif.
Pelatihan diikuti peserta dari Kecamatan Silo, Ledokombo, dan Arjasa. Program ini bertujuan membangun kesadaran diri, mengenali potensi, meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat ketahanan mental, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan hubungan sosial sebagai bekal memasuki dunia usaha.
Pembina Tanoker, Dr. Suporahardjo, M.Si., mengatakan setiap individu harus menjadi nahkoda bagi kehidupannya sendiri. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Jadilah nahkoda bagi diri sendiri. Tetapkan tujuan hidup yang jelas, terus belajar, bangun komunikasi yang baik, dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Silo yang diwakili Arif Pangayoman mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu membangun semangat baru bagi penyandang disabilitas dan penyintas kusta untuk mengembangkan potensi diri serta mengubah tantangan menjadi peluang.
Koordinator Program KUBIK, Sutopo, S.N., menjelaskan pelatihan SEL menjadi fondasi awal sebelum peserta mengikuti pelatihan vokasi dan pengembangan usaha.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan dan pengelolaan potensi diri, membangun mental tangguh, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, hingga menciptakan ekosistem pemberdayaan yang inklusif melalui kolaborasi Tanoker Ledokombo dan Perpenca.
Melalui Program KUBIK 2.0, Tanoker bersama NLR Indonesia dan Liliane Fonds berharap semakin banyak lahir wirausaha muda yang mandiri, tangguh, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Program ini juga menjadi bukti bahwa pemberdayaan tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi membangun kepercayaan diri, membuka kesempatan, dan menghadirkan harapan bagi semua kalangan.
Moch khaironi


Tinggalkan Balasan