Gununhsitoli, berkatnews7.com-  Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I., yang akrab disapa Bang YD, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program modal usaha bergulir tanpa bunga.

Kali ini, melalui Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Bang YD menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp10 juta kepada Falentina Daeli (Ina Elan), warga Desa Luaha Laraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, pada Jumat (10/7/2026).

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan usaha peternakan ayam kampung yang telah dirintis Falentina Daeli bersama keluarganya. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di kediaman penerima dan disaksikan oleh pengurus Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli serta masyarakat setempat.

Menurut Bang YD, program modal usaha bergulir tanpa bunga bukan sekadar memberikan tambahan dana kepada masyarakat, tetapi juga menjadi upaya membangun kepercayaan, menumbuhkan semangat, serta membuka kesempatan bagi masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi melalui usaha yang mereka jalankan.

“Langkah kecil seperti ini dapat menjadi awal lahirnya harapan baru bagi banyak keluarga. Saya percaya masyarakat kita bukan kekurangan semangat bekerja, tetapi sering kali kekurangan kesempatan, akses permodalan, dan pendampingan,” ujar Bang YD.

Ia menilai, apabila program pemberdayaan ekonomi seperti ini dijalankan secara serius dan berkelanjutan, dampaknya akan sangat besar bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, apabila Pemerintah Kota Gunungsitoli mampu menjalankan program serupa kepada 1.000 anak muda dan setiap usaha yang dibangun dapat mempekerjakan sedikitnya tiga orang, maka ribuan lapangan kerja baru dapat tercipta.

“Ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi untuk membangun ekonomi rakyat. Semakin banyak pengusaha baru yang lahir, semakin besar pula peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat,” katanya.

Bang YD menjelaskan bahwa lahirnya pelaku-pelaku usaha baru akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, usaha-usaha tersebut juga akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal.

Sementara itu, staf Bang YD di Kota Gunungsitoli, Nadia, mengatakan bahwa program modal usaha bergulir tanpa bunga telah berjalan secara berkesinambungan dan telah membantu sejumlah pelaku UMKM di berbagai sektor usaha.

Ia menjelaskan, pada April 2026 Bang YD memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp10 juta kepada Azni Harefa untuk mengembangkan usaha roti kelapa di Jalan Kelapa, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli.

Selanjutnya, pada 16 Mei 2026 bantuan dengan nilai yang sama disalurkan kepada Nifsan Dawolo guna mendukung pengembangan usaha budidaya ikan lele di Desa Saombo, Kota Gunungsitoli. Kini, bantuan serupa kembali diberikan kepada Falentina Daeli untuk mengembangkan usaha peternakan ayam kampung.

Menurut Nadia, konsistensi program tersebut merupakan bentuk komitmen Bang YD dalam mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bang YD juga menegaskan bahwa membangun daerah tidak selalu harus diawali dengan proyek-proyek besar atau investasi bernilai tinggi. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memulai dan mengembangkan usaha juga merupakan strategi pembangunan yang memiliki dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Setiap pengusaha baru bukan hanya mengubah kehidupan keluarganya sendiri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi orang lain.

Semakin banyak usaha yang tumbuh, semakin kecil angka pengangguran dan kemiskinan. Di sisi lain, generasi muda tidak lagi harus meninggalkan kampung halamannya karena mereka memiliki kesempatan untuk sukses di daerah sendiri,” ungkapnya.

Ia meyakini pemberdayaan UMKM juga dapat mengurangi arus urbanisasi, menekan potensi kriminalitas akibat tekanan ekonomi, serta membangun optimisme generasi muda terhadap masa depan Kota Gunungsitoli.

Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga berharap langkah yang dilakukan Bang YD dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses permodalan tanpa bunga, pelatihan, dan pendampingan usaha.

Masyarakat menilai, ketika pelaku UMKM diberi kesempatan, kepercayaan, serta dukungan yang memadai, mereka akan tumbuh menjadi pengusaha tangguh yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Pemberdayaan UMKM bukan hanya membantu seseorang memulai usaha, tetapi juga merupakan investasi sosial yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat terwujudnya Kota Gunungsitoli yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.

Yarmend