Jakarta, 25 Juni 2026 – Salah satu pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, mendorong Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap percepatan pembangunan ekonomi masyarakat di Kepulauan Nias.

Menurutnya, pembangunan di Kepulauan Nias tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan sarana transportasi penghubung antarwilayah. Pemerintah juga perlu memperkuat sektor ekonomi produktif yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Juli E. Restu War menyampaikan bahwa masyarakat Kepulauan Nias berharap adanya kebijakan strategis yang mendukung pembangunan industri pengolahan hasil bumi daerah. Potensi besar yang dimiliki Kepulauan Nias di sektor pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, dan pengembangan teknologi daerah dinilai perlu dikelola secara maksimal melalui pembangunan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Kepulauan Nias memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun hingga saat ini, sebagian besar hasil produksi masyarakat masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah perlu menghadirkan industri pengolahan hasil bumi agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembangunan gudang penyimpanan dan stok pangan masyarakat yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota di Kepulauan Nias. Ketersediaan fasilitas penyimpanan hasil produksi dan cadangan pangan dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperkuat kemandirian daerah.

Juli E. Restu War berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat menjadikan pembangunan kemandirian ekonomi Kepulauan Nias sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Menurutnya, langkah tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan investasi sektor industri pengolahan, penguatan usaha mikro dan kecil, pengembangan kawasan ekonomi produktif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat membutuhkan kebijakan yang bersifat teknis dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada agenda administratif, rapat, dan kajian, tetapi juga mempercepat implementasi program-program nyata yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan langkah konkret di lapangan. Industri pengolahan hasil bumi, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pengembangan pariwisata harus menjadi prioritas agar ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, masyarakat Kepulauan Nias berharap pemerintah di semua tingkatan dapat bersinergi dalam mempersiapkan daerah yang mandiri, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi. Penguatan ekonomi daerah diyakini menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi angka kemiskinan, menekan tingkat pengangguran, serta meminimalisir berbagai permasalahan sosial yang muncul akibat terbatasnya lapangan pekerjaan.

Dengan potensi sumber daya alam, budaya, dan pariwisata yang dimiliki, Kepulauan Nias dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Indonesia apabila didukung oleh kebijakan pembangunan yang tepat, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat