Indragiri Hulu, http://Berkatnews7.com – Kabar gembira menyelimuti Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, pada Minggu (27/9/2026). Setelah hampir dua pekan dilanda cuaca panas ekstrem dan kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hari ini Inhu akhirnya diguyur hujan seharian.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Stasiun Pekanbaru yang dikutip Berkatnews7.com, hujan ringan telah terpantau sejak pagi hari di wilayah Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Bengkalis.

“Memasuki siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di Riau. Malam hari hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Indragiri Hulu,” ujar Forecaster BMKG Pekanbaru dalam rilis resminya Minggu (27/9/2026).

Pantauan Berkatnews7.com di lapangan, sejak pukul 07.30 WIB hujan turun merata di hampir seluruh kecamatan di Inhu, mulai dari Rengat, Rengat Barat, Kuala Cenaku, Seberida, Lirik, hingga Batang Gansal. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun terus-menerus hingga sore hari ini menjadi berkah yang telah lama dinantikan.

Kebahagiaan paling terasa dirasakan para petani. Di Desa Pulau Jum’at, Kecamatan Kuala Cenaku, yang sebelumnya menjadi lokasi Karhutla seluas hampir 490 hektare, para petani tampak tersenyum lega di tengah guyuran hujan.

Sawah-sawah yang dalam beberapa minggu terakhir mulai retak dan mengering akibat panas, kini kembali tergenang air. Saluran irigasi yang sempat surut juga kembali mengalir.

Di lapangan, sejumlah petani terlihat tetap berada di sawah meski hujan turun, dengan mengenakan jas hujan. Mereka tampak gembira menyambut hujan pertama setelah kemarau panjang yang sempat membuat tanaman padi terancam gagal.

Hujan seharian ini juga menjadi bantuan alami yang sangat signifikan bagi Tim Gabungan yang selama ini berjibaku memadamkan Karhutla.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Gabungan yang dipimpin unsur TNI dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai, bersama Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan Satpol PP, terus melakukan pendinginan di lahan kebun masyarakat Desa Pulau Jum’at yang masih berasap pada Sabtu (26/9/2026) kemarin.

Upaya mereka menghadapi tantangan berat berupa akses sulit, cuaca panas, dan keterbatasan sumber air. Dengan turunnya hujan hari ini, proses pendinginan lahan gambut yang masih berasap tersebut diharapkan bisa tuntas secara alami dan tidak lagi menimbulkan kabut asap.

Dampak positif lainnya, kualitas udara di Inhu yang pada Sabtu (26/9/2026) kemarin sempat kembali berkabut dan matahari tertutup asap sekitar pukul 14.00 WIB, hari ini berangsur membaik dan jernih.

Jarak pandang yang sebelumnya sempat menurun akibat partikel asap, kini kembali normal. Warga yang sebelumnya mengeluh sesak dan harus kembali memakai masker, kini bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

BMKG sendiri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.

Masyarakat Inhu berharap hujan akan terus turun dalam beberapa hari ke depan, tidak hanya untuk menyelamatkan pertanian, tetapi juga untuk memastikan Karhutla benar-benar padam total.

 

Asnan