Gunungsitoli, Berkatnews7.com — Akses jalan di Desa Tetehosi I, Dusun III Gidosebua, semakin memprihatinkan setelah bagian tepi jalan terus mengalami pengikisan hingga akhirnya terputus total akibat longsor yang terjadi setelah banjir pada Minggu lalu, Senin 21/09/2026.

Kondisi jalan yang sebelumnya masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan keterbatasan, kini sudah tidak dapat dilalui sama sekali. Longsor menyebabkan badan jalan terkikis dan sebagian akses menuju kawasan tersebut terputus.

Selain mengganggu mobilitas masyarakat, bencana longsor tersebut juga berdampak terhadap jaringan kelistrikan. Salah satu tiang listrik milik PLN ikut roboh akibat tanah di sekitar lokasi mengalami longsor.

Akibatnya, kabel listrik ikut terjatuh dan berada di sekitar tanah serta tepi sungai. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius masyarakat karena kabel listrik berada di lokasi yang berpotensi dilalui atau didekati warga, termasuk anak-anak.

Pemuda Gidosebua, Juli Berkat Bate’e, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai keberadaan kabel listrik yang jatuh dan bersentuhan dengan tanah dapat membahayakan keselamatan masyarakat apabila tidak segera diamankan.

“Kabel listrik yang bersentuhan dengan tanah saat ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat, terlebih bagi anak-anak,” ujar Juli Berkat Bate’e.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya mendapat respons cepat dari pihak PLN. Ia meminta petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, mengamankan kabel listrik serta melakukan penanganan terhadap tiang dan jaringan yang terdampak longsor.

Juli mempertanyakan apakah pihak PLN harus menunggu sampai terjadi korban sebelum melakukan tindakan.

“Apa PLN baru bergerak ketika sudah ada korban?” tegasnya.

Ia mendesak PLN agar tidak menunda penanganan terhadap kabel listrik yang saat ini berada di sekitar tepi sungai dan tanah terdampak longsor. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas sebelum terjadi kecelakaan atau korban jiwa.

“Kami mendesak pihak PLN segera melakukan perbaikan dan mengamankan kabel tersebut sebelum ada korban jiwa,” katanya.

Tidak hanya persoalan jaringan listrik, kondisi akses jalan juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Jalan yang terputus dinilai dapat menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan yang mengalami longsor sekaligus memastikan jaringan listrik yang terdampak berada dalam kondisi aman.

Penanganan dinilai penting mengingat lokasi tersebut masih menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Terlebih, kabel listrik yang jatuh di sekitar tanah dan tepi sungai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak segera diamankan.

Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak menunggu sampai terjadi korban terlebih dahulu. Respons cepat dari pihak PLN dan pemerintah daerah diharapkan dapat mencegah potensi kecelakaan sekaligus mempercepat pemulihan akses jalan yang terputus.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menantikan langkah penanganan terhadap kabel listrik dan tiang PLN yang terdampak longsor serta perbaikan akses jalan di Dusun III Gidosebua.

Tim Redaksi