Pelalawan, Berkatnews7.com — Direktur Utama PT Berkat News Group sekaligus Owner Media Siber WartaNewsTV.com, Juli Berkat Bate’e, mengecam dugaan tindakan intimidasi, penghinaan, dan pencemaran nama baik terhadap wartawan yang diduga dilakukan melalui akun TikTok “Pejuang Rantau”.

Dugaan tersebut mencuat setelah terjadi komunikasi melalui pesan pribadi TikTok pada 27, 28, dan 29 September 2026, menyusul pemberitaan WartaNewsTV.com mengenai aktivitas pasar malam yang beroperasi di Desa Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Dalam komunikasi yang terdokumentasi melalui sejumlah tangkapan layar, pemilik atau pengguna akun tersebut diduga melontarkan sejumlah pernyataan yang ditujukan kepada wartawan, termasuk tudingan bahwa wartawan menyebarkan berita hoaks, mencari uang dengan cara yang tidak benar, menguras uang masyarakat, hingga merusak usaha orang lain.

Salah satu pesan yang terlihat dalam tangkapan layar berbunyi:

“Ini buat kalian ya wartawan tukang nyebar berita hoax, kerjaan kalian itu cuman bisa menghabami yang lemah…”

Dalam percakapan lainnya, pengguna akun tersebut juga menulis kalimat yang bernada penghinaan, antara lain:

“Kau itu manusia gak ada otaknya bodoh…”

Kemudian terdapat pula pernyataan:

“Ya salah lah bodoh kerjaan kalian hanya menguras uang masyarakat.”

Dalam percakapan berbeda, pengguna akun tersebut juga menyampaikan:

“Ya iyalah karna kalian gak ada otaknya nyari uang tidak dengan cara halal kerjaan kalian menghancurkan usaha orang.”

Tidak berhenti di situ, pengguna akun juga mempertanyakan apakah wartawan memiliki persetujuan dari pemilik usaha untuk melakukan pemberitaan dan menyebut wartawan sebagai pihak yang hanya bisa “mengorup uang masyarakat yang susah”.

Dari rangkaian percakapan tersebut, pihak WartaNewsTV.com menilai terdapat pernyataan yang patut didalami karena dianggap dapat dimaknai sebagai bentuk tekanan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Dalam percakapan, ketika wartawan meminta pertanggungjawaban atas pernyataan yang disampaikan, pengguna akun tersebut justru kembali menyampaikan sejumlah tudingan dan menyatakan akan membuat pihak wartawan menjadi viral.

Salah satu pesan yang terdokumentasi berbunyi:

“Kau bilang kau gak bermasalah maka nya kau tengok gantian kau yang ku viralkan adek.”

Pengguna akun tersebut juga menyampaikan kalimat:

“Kau kira nya takut aku kontol sama kau.”

Atas rangkaian pernyataan tersebut, WartaNewsTV.com menilai persoalan ini tidak lagi sebatas perbedaan pendapat mengenai sebuah pemberitaan, tetapi perlu dilihat secara serius apabila terdapat unsur penghinaan, ancaman, intimidasi, atau upaya menghalangi kerja jurnalistik.

Namun demikian, mengenai ada atau tidaknya unsur pidana, WartaNewsTV.com menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.

Di tengah komunikasi tersebut, pihak yang berkomunikasi dengan wartawan disebut menyampaikan bahwa akun TikTok “Pejuang Rantau” telah diretas atau di-hack.

Saat dikonfirmasi mengenai kapan terakhir kali akun tersebut digunakan, pihak yang bersangkutan disebut menjawab bahwa akun tersebut terakhir digunakan pada 22 September 2026.

Namun, menurut wartawan, ketika dilakukan pengecekan terhadap akun tersebut pada 29 September 2026, masih ditemukan aktivitas berupa unggahan video pribadi yang menurut pengamatan wartawan terlihat baru dipublikasikan.

Perbedaan informasi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dinilai perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Wartawan juga mempertanyakan mengenai perubahan kata sandi dan akses akun. Dalam komunikasi yang berlangsung, pihak tersebut disebut menyampaikan bahwa sandi telah diubah dan akun sudah tidak dapat digunakan.

WartaNewsTV.com tidak menyimpulkan siapa yang sebenarnya mengoperasikan akun tersebut maupun apakah akun tersebut benar-benar diretas. Identitas pemilik akun juga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Direktur Utama PT Berkat News Group, Juli Berkat Bate’e, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin persoalan tersebut dibiarkan begitu saja karena menyangkut kehormatan dan keselamatan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, kritik terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan pers. Namun, apabila terdapat keberatan terhadap sebuah berita, tersedia mekanisme yang dapat ditempuh, termasuk memberikan hak jawab, hak koreksi, menyampaikan keberatan secara resmi kepada redaksi, maupun menggunakan mekanisme hukum apabila merasa dirugikan.

“Kita telah menyampaikan kepada Pimpinan Umum Sudirman Waruhu untuk segera membuat laporan polisi, agar persoalan ini dapat diproses sesuai hukum dan marwah jurnalis tetap terjaga,” ujar Juli Berkat Bate’e.

Ia menegaskan, media tetap terbuka terhadap kritik maupun koreksi sepanjang disampaikan melalui mekanisme yang semestinya.

“Kalau ada pemberitaan yang dianggap salah, silakan gunakan hak jawab atau hak koreksi. Kalau merasa dirugikan secara hukum, silakan tempuh jalur hukum. Jangan melakukan penghinaan, intimidasi, atau tekanan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas,” tegasnya.

Lanjutnya “Mengapa setelah di lakukan konfirmasi pada 29 September 2026 Melalui WhatsApp, akun tersebut sudah tidak aktif lagi. Hal ini kita harap pihak kepolisian dapat mendalami penelusuran tersebut”.

Pihak redaksi WartaNewsTV.com juga menegaskan bahwa pemberitaan mengenai aktivitas pasar malam tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi kepada publik.

Redaksi menyatakan bahwa setiap pihak yang merasa keberatan terhadap materi pemberitaan diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai mekanisme jurnalistik.

Redaksi juga menegaskan bahwa WartaNewsTV.com tidak membenarkan adanya tindakan pemerasan, pungutan, ataupun permintaan uang dengan mengatasnamakan media. Apabila ada pihak yang memiliki bukti mengenai tindakan tersebut, redaksi mempersilakan untuk menyampaikannya secara resmi agar dapat diperiksa dan diklarifikasi.

Sebaliknya, apabila terdapat pihak yang merasa keberatan terhadap pemberitaan, redaksi meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur yang sah dan tidak diarahkan kepada serangan pribadi terhadap wartawan.

Atas seluruh rangkaian komunikasi yang telah terdokumentasi, pihak WartaNewsTV.com menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum dan menyerahkan bukti-bukti komunikasi tersebut kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan.

Bukti berupa tangkapan layar percakapan, identitas akun, waktu komunikasi, serta materi terkait pemberitaan akan menjadi bagian dari dokumentasi yang dapat disampaikan apabila laporan resmi dibuat.

Redaksi menilai proses hukum penting untuk memastikan apakah pernyataan-pernyataan tersebut memenuhi unsur pelanggaran hukum atau hanya merupakan bentuk perselisihan akibat perbedaan pandangan terhadap pemberitaan.

WartaNewsTV.com juga tetap membuka ruang bagi pemilik akun “Pejuang Rantau” maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, termasuk mengenai dugaan peretasan akun dan seluruh pernyataan yang muncul dalam percakapan tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, WartaNewsTV.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak yang mengaku sebagai pemilik akun mengenai identitas sebenarnya, dugaan peretasan, maupun alasan di balik sejumlah pernyataan yang terekam dalam tangkapan layar.

Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, dan hak koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis: Tim Redaksi