Indragiri Hulu, http://Berkatnews7.com-Nasib petani kelapa sawit di Desa Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin terjepit. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hari ini, Sabtu 17 Oktober 2026, di tingkat pengepul di Kec. Rengat hanya dihargai Rp2.620 per Kg

Harga Rp2.620 tersebut jauh anjlok dibandingkan harga resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Perkebunan Provinsi Riau menetapkan harga sawit untuk umur 9 tahun pada periode 14 sampai 20 Oktober 2026 sebesar Rp3.603,92 per Kg.

Dengan demikian, terdapat selisih harga hampir Rp983 per Kg antara harga penetapan pemerintah dengan harga di tingkat pengepul di Kec. Rengat. Selisih sebesar itu sangat merugikan petani kecil.

Berdasarkan informasi yang diterima http://Berkatnews7.com dari petani di Desa Sei Guntung Hilir, pada hari Sabtu ini petani menjual hasil panennya sebanyak 380 Kg. Dengan harga di pengepul Rp2.620 per Kg, petani tersebut hanya mendapatkan uang sekitar Rp995.000 sebelum dipotong biaya.

Setelah dipotong biaya panen dan angkut, uang yang dibawa pulang tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

“Harga di pengepul Kec. Rengat cuma Rp2.620 Bang. Jauh sekali dari harga pemerintah Rp3.603. Kami rugi besar. Harga pupuk mahal, upah panen naik, sembako mahal, tapi harga sawit di pengepul malah murah,” ujar seorang petani asal Desa Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, kepada http://Berkatnews7.com, Sabtu (17/10/2026).

Menurut petani tersebut, kondisi harga murah di tingkat pengepul di Kec. Rengat sudah terjadi hampir dua minggu terakhir. Para petani di Sei Guntung Hilir awalnya berharap harga akan naik setelah sempat menyentuh Rp3.700, namun kenyataannya harga di pengepul justru turun terus menjadi Rp2.620.

Para pengepul di Kec. Rengat beralasan harga turun karena harga minyak sawit mentah dunia atau CPO sedang turun. Selain itu, mereka juga beralasan banyak pabrik kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu yang mengurangi pembelian karena kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan.

Data resmi dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau memang mencatat adanya penurunan harga resmi. Harga CPO turun dari Rp15.082 menjadi Rp14.837 per Kg. Harga inti sawit atau kernel juga turun drastis sebesar Rp861 dari Rp13.573 menjadi Rp12.712 per Kg.

Namun, penurunan harga resmi oleh pemerintah hanya Rp129 per Kg. Sedangkan penurunan harga di tingkat pengepul di Kec. Rengat sangat dalam, dari harga Rp3.600 an menjadi hanya Rp2.620 per Kg. Inilah yang membuat petani di Kec. Rengat merasa dipermainkan oleh pengepul.

Kondisi petani di Desa Sei Guntung Hilir semakin susah karena kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kecamatan Rengat. Kabut asap membuat petani susah bernafas saat panen, jarak pandang terbatas, buah sawit yang sudah masak telat diangkut, dan akhirnya kualitas buah menurun di mata pengepul.

Oleh karena itu, petani di Kecamatan Rengat mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan Dinas Perkebunan Kabupaten Inhu untuk segera turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi harga di Kec. Rengat.

“Pemerintah harus hadir dan bantu petani Kec. Rengat. Jangan biarkan pengepul di Rengat seenaknya menentukan harga Rp2.620. Harga itu tidak cukup untuk biaya hidup kami. Kami minta Bupati Inhu dan Dinas Perkebunan segera sidak ke pengepul di Kec. Rengat hari Senin besok,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan pada Sabtu sore, 17 Oktober 2026, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hulu belum berhasil dimintai keterangan terkait anjloknya harga sawit di tingkat pengepul menjadi Rp2.620 per Kg.

 

Asnan