Jakarta Selatan, 15 Juni 2026, Gagasan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias kembali mengemuka sebagai agenda strategis nasional dalam forum diskusi yang dibawakan oleh Gaba’atulo Waruwu, A.Md., S.Kom., dengan tema “Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Adalah Strategi Kedaulatan Nasional.”

Dalam paparannya, ditegaskan bahwa pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan sekadar agenda pemekaran wilayah administratif, melainkan bagian dari strategi memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di kawasan barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Menurut pemaparan tersebut, Kepulauan Nias memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis sebagai benteng terdepan bangsa. Penguatan wilayah ini melalui pembentukan provinsi diyakini akan mempercepat pembangunan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan pengelolaan potensi maritim, perikanan, dan pariwisata secara lebih mandiri.

Dalam forum diskusi tersebut ditegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi merupakan perjuangan mewujudkan keadilan pembangunan bagi masyarakat Ono Niha.

“Nias bukan lagi halaman belakang Indonesia yang terlupakan. Nias adalah teras depan tempat martabat dan kedaulatan bangsa ini dipertaruhkan,” menjadi pesan utama yang menggugah semangat peserta.

Perjuangan ini juga mengusung visi besar untuk menyatukan lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias dalam satu gerakan kolektif tanpa ego sektoral, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempercepat kemajuan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemuda dan mahasiswa disebut sebagai mesin penggerak utama perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Generasi muda diharapkan mampu mengawal narasi perjuangan secara akademis, rasional, dan berbasis data, sekaligus membangun opini publik yang positif melalui media sosial dan ruang-ruang diskusi kebangsaan.

Seruan persatuan juga disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat agar menghilangkan sekat perbedaan wilayah, baik Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Timur, maupun Kota Gunungsitoli, dengan mengedepankan semangat “Satu Nias untuk Indonesia.”

Sebagai penutup, forum diskusi menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan keniscayaan sejarah yang membutuhkan konsistensi, kecerdasan, dan keberanian seluruh elemen masyarakat. Harapannya, perjuangan ini dapat menghadirkan masa depan yang lebih adil, makmur, dan berdaulat bagi generasi Ono Niha serta memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan Samudra Hindia.