Diduga Proyek Drainase Terbengkalai Tanpa Ada Kejelasan.
Medan, Sumatera Utara, 6 Oktober 2026, http://Berkatnews7.com-Seperti tidak ada habisnya, proyek drainase Kota Medan, yang katanya untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan infrastruktur, diduga malah merugikan masyarakat dan negara.
Pihak dinas terkait SDA BMBK Kota Medan selaku penyedia diduga kuat mempermainkan anggaran yang diambil dari pajak rakyat. padahal terlihat jelas dilapangan adanya dugaan proyek drainase sudah sekian lama tak kunjung selesai.
Dilokasi papan Plank nilai pagu proyek Rp 136.793.000.00 juta yang dikerjakan.CV. Gajah Mada anggaran tahun 2026 APBD tahun 2026 Kota Medan
Amatan awak media pada Senin (28/9/2026) proyek yang terletak jalan Setia budi Gang Tape Kelurahan Helvetia timur Kecamatan Medan Helvetia mangkrak begitu saja dibiarkan terbengkalai.
hingga saat ini, proyek yang memakan anggaran hingga ratusan Rupiah tersebut tak kunjung. selesai. Kuat dugaan proyek ini menjadi pundi-pundi pejabat terkait untuk memperkaya dan mensejahterakan diri sendiri. Hal ini perlu dipertanyakan mengenai kinerja Kadis yang membidanginya.
Diminta kepada Walikota Medan Riko Tri Putra Bayu Waas untuk segera mengevaluasi kinerja .Kepala UPT SDA BMBK Medan Barat, Agustina Simbolon hal ini supaya kota Medan yang kita cintai ini bersih dari hal hal yang dapat mengakibatkan kerugian negara, yang mana sumber dana proyek menggunakan dana APBD 2026
hingga saat ini masih kelihatan berantakan dibiarkan begitu saja, terlihat berserakan dipinggiran drainase. Sedikitnya terlihat sekitar 400 meter lebih drainase tidak ada penutupnya. Hal ini kiranya malah menjadikan masyarakat sekitar dan penguna jalan makin sengsara, diketahui proyek drainase yang tak terpasang penutupnya in telah menyebabkan berbagai kecelakaan.
Menurut keterangan salah seorang warga yang berjualan disekitar lokasi proyek yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa proyek tersebut sudah lama tak siap – siap. ” Sudah berbulan lebih proyek tersebut tak siap,” ucapnya kepada media.
Sepertinya sudah menjadi tradisi dan kebiasaan Kepala UPT Medan Barat Dinas SDA BMBK tidak pernah memantau pekerjaan dilapangan dan cuek saja ketika ditanyai, terkesan malah buang badan seperti kiper sepak bola.
Seharusnya kepala UPT di Wilyah nya kerja harus perhatikan pekerjaan proyek, bila perlu turun ke lapangan memantau kinerja para kontraktor, jangan hanya duduk manis dikantor cuma terima laporan dari bawahan dan “Asal ibu Senang” saja.
Seorang kepala UPT harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kinerja yang memakan biaya ratusan juta Akibat kelalaian dari rekanan pelaksa proyek tersebut hal itulah yang mengakibatkan kerugian negara dan buntutnya kesengsaraan bagi rakyat.
Hingga berita ini di tayangnya belum ada tanggapan resmi dari Kadis SDA BMBK Kota Medan Khairul Azmi dan pelaksana proyek drainase tersebut.
Sufri Hidayat SH
Wakaparwil Sumut





Tinggalkan Balasan