Jembatan Moawo Kian Membahayakan, Warga: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Diperbaiki
Gunungsitoli, http://Berkatnews7.com – Kondisi Jembatan Moawo di Kelurahan Moawo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, kian memprihatinkan. Kerusakan pada sejumlah bagian jembatan dinilai mulai mengancam keselamatan warga yang setiap hari mengandalkan akses tersebut untuk beraktivitas.
Jembatan sepanjang sekitar 11 meter itu merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Moawo menuju pusat Kota Gunungsitoli maupun sebaliknya. Namun, berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Senin (14/9/2026), kondisi fisik jembatan terlihat mengalami kerusakan cukup serius.
Kerusakan antara lain tampak pada lantai jembatan yang berlubang, bagian pembatas yang mulai keropos, serta struktur bagian bawah yang terlihat tergerus aliran air.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan ketika hujan deras turun, karena permukaan jembatan menjadi licin dan terdapat genangan air yang berpotensi membahayakan pengendara.
Bagi warga setempat, persoalan ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur biasa. Jembatan tersebut menjadi jalur yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga mengantar anak ke sekolah.
Sejumlah warga mengaku harus ekstra hati-hati ketika melintasi jembatan, khususnya pengendara roda dua maupun kendaraan roda empat. Kondisi jembatan yang rusak juga dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Data dan Kondisi Lapangan Dipertanyakan
Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah adanya perbedaan antara kondisi Jembatan Moawo saat ini dengan data kondisi infrastruktur yang sebelumnya tercatat dalam informasi Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Dalam data Pemko Gunungsitoli sebelumnya, Jembatan Moawo tercatat dalam kondisi baik. Namun, kondisi yang terlihat di lapangan saat ini justru menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa bagian jembatan.
Perbedaan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan pemeriksaan dan pendataan ulang secara menyeluruh, sehingga kondisi sebenarnya dapat diketahui dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Warga meminta pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan administratif, tetapi turun langsung melihat kondisi jembatan agar kebutuhan perbaikan dapat segera ditentukan.
Warga Tagih Perhatian Pemerintah
Keluhan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah Nias juga bukan persoalan baru. Masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Kondisi ruas jalan dari Kelurahan Moawo, Kota Gunungsitoli, hingga arah perbatasan Kabupaten Nias Utara juga disebut warga masih membutuhkan perhatian serius karena terdapat sejumlah titik yang dinilai mengalami kerusakan.
Salah seorang warga Moawo berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban jiwa baru mengambil tindakan.
«“Ini akses utama kami setiap hari. Kalau jembatan rusak begini, kami seperti terisolasi. Kami sudah lapor berkali-kali, tapi belum ada tindakan nyata. Kami mohon Bapak Wali Kota dan Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution melihat langsung kondisi kami.”»
Menurut warga, pemasangan rambu-rambu peringatan serta perbaikan sementara perlu dilakukan sebagai langkah awal sembari menunggu penanganan permanen.
Kekhawatiran warga semakin besar mengingat kerusakan infrastruktur jembatan di wilayah Kepulauan Nias sebelumnya juga pernah menjadi persoalan serius. Karena itu, mereka meminta kondisi Jembatan Moawo tidak dianggap sepele.
Tiga Tuntutan Warga
Atas kondisi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, yakni:
1. Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas PUPR segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi Jembatan Moawo.
2. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta memberikan perhatian dan mengalokasikan anggaran perbaikan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan jembatan membutuhkan penanganan struktural.
3. Memasang rambu peringatan dan melakukan perbaikan darurat pada bagian jembatan yang dianggap membahayakan pengguna jalan sebelum dilakukan rehabilitasi atau pembangunan permanen.
Warga juga berharap koordinasi antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat diperkuat, terutama apabila kewenangan penanganan jembatan maupun ruas jalan tersebut berada pada tingkatan pemerintahan yang berbeda.
Masyarakat menilai keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kerusakan yang telah terlihat dan dikeluhkan warga baru mendapat perhatian setelah terjadi kecelakaan.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memastikan kondisi Jembatan Moawo segera ditangani.
Mereka berharap perbaikan tidak berhenti pada peninjauan atau pendataan, tetapi dilanjutkan dengan penanganan nyata dan permanen, sehingga akses transportasi masyarakat kembali aman dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan normal.
Welman K. Zai


Tinggalkan Balasan