Diduga Rencana Siasat Jahat Papan Proyek dinas SDA BMBK Tanpa Volume Langggar UU KIP.
Medan, Sumatera Utara, 14 September 2026, http://Berkatnews7.com –Aroma tak sedap dugaan korupsi menyengat pelaksanaan proyek Pemeliharaan drainase di jalan Sekata Gang melati Kelurahan Sei agul Kecamatan Medan Barat tahun anggaran 2026 di Kota Medan Proyek strategis yang didanai uang rakyat melalui DPA nilai Rp 389.098.000.00 juta tahun 2026 pelaksana CV. Artha Karya Perkasa diduga kuat menjadi ajang meraup keuntungan sepihak dengan modus memangkas volume pekerjaan
Tajamnya sorotan publik kini mengarah langsung kepada Kepala UPT dinas SDA BMBK Medan Barat Agustina Simbolon serta Kepala Dinas SDA BMBK Kota Medan selaku pengguna anggaran. Keduanya dituding abaikan bahkan diduga menjadi dalang di balik karut-marutnya transparansi proyek tersebut.
Berdasarkan penelusuran lapangan pada awak media menemukan indikasi kuat penggelapan volume. Di sejumlah lokasi, papan informasi proyek sengaja dikosongkan pada kolom volume panjang dan tinggi Praktik ini ditemukan di tiga titik Proyek drainase , Kecamatan Medan Barat Kota Medan.
“Kami warga di sini sulit mengawasi karena volume panjang dan tinggi tidak tertulis di papan proyek. Ini seperti sengaja disembunyikan,” ungkap warga setempat yang tidak mau disebut kepada media.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Jum’at (11/09/2026), Kabid drainase SDA BMBK Kota Medan berdalih kegiatan UPT Medan Barat ,
Ketika awak media pertanyakan mengenai bagaimana masyarakat bisa mengawasi jika papan informasi saja tidak transparan, kepala UPT medan Barat agustina Simbolon tidak menjawab dan bungkam.
Umumnya warga masyarakat tidak perlu meminta RAB kepada pelaksana kerja.karna setiap proyek pekerjaan yang di Danai Uang Pemerintah adalah uang Rakyat UU keterbukaan informasi publik wajib di Pungsikan Guna Publik turut serta bisa Mengawasi.bukan malah Volume di sembunyikan.
Sikap abaikan Dinas SDA BMBK Kota Medan ini jelas menabrak Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).
Menyembunyikan volume fisik proyek APBD pada papan informasi mengindikasikan adanya rencana siasat jahat untuk memanipulasi hasil akhir pekerjaan.
Merespons Dugaan polemik yang merugikan keuangan negara ini, masyarakat mendesak pihak kejaksaan dan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh lokasi proyek drainase di kelurahan sei agul kecamatan Medan Barat Jika terbukti ada kerugian negara, sanksi hukum yang tegas harus dijatuhkan kepada para oknum pejabat dan pelaksana yang terlibat.
Sufri Hidayat SH
Wakaparwil Sumut


Tinggalkan Balasan