Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, http://Berkatnews7.com- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tingginya harga di tingkat pengecer menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut memunculkan desakan agar pengawasan distribusi BBM bersubsidi diperketat dan dugaan penyimpangan ditelusuri oleh pihak berwenang.

BBM bersubsidi merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat yang berhak memperoleh energi dengan harga terjangkau. Karena itu, distribusinya perlu diawasi agar sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran.

Di tengah keluhan mengenai ketersediaan BBM dan harga yang dinilai tinggi di tingkat pengecer, masyarakat berharap pemerintah serta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap rantai distribusi, mulai dari penyaluran di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga penjualan kepada konsumen.

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab juga perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengumpulan bukti.

Namun, dugaan keterlibatan jaringan penyelewengan atau oknum tertentu harus dibuktikan melalui proses investigasi yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum (APH) dan instansi pengawas terkait untuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Kapuas Hulu.

Audit terhadap tata kelola distribusi SPBU dapat menjadi salah satu langkah evaluasi apabila didukung temuan dan kewenangan yang sesuai.

Selain penegakan hukum, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memastikan ketersediaan BBM, meningkatkan transparansi penyaluran, serta menindaklanjuti laporan masyarakat berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, 11 Oktober 2026

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan, menjaga distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran, dan melindungi masyarakat dari dampak kelangkaan maupun praktik penjualan dengan harga yang tidak sesuai ketentuan.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai penyebab kelangkaan, dugaan penyimpangan distribusi, serta pihak yang bertanggung jawab masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui keterangan resmi dari instansi terkait dan pihak SPBU yang bersangkutan.

 

(ZEFIR)