Amandaya, Nias Selatan, 25 September 2026, http://Berkatnews7.com – Kekecewaan masyarakat pecah di Desa Hilimaera menuju Desa Hilihoru. Proyek semenisasi jalan yang baru seumur jagung selesai dikerjakan, kini kondisinya sudah hancur dan terkelupas.

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 249.738.665 dengan volume panjang 250 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 cm ini dikerjakan oleh CV Pelita Maju Jaya.

Pantauan awak media Berkatmews7.com di lapangan, Rabu (26/08/2026), mutu bangunan sangat memprihatinkan. Permukaan jalan bergelombang, tergenang air, dan lapisan semen terkelupas hingga batu-batu kecil berserakan di bahu jalan.

Seorang pekerja di lokasi mengaku hanya menjalankan perintah atasan.

“Kami hanya menuruti perintah saja. Soal kualitas kami tidak tahu, kami hanya diupah,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Hilihoru yang ditemui mengaku awalnya sangat mengapresiasi pembangunan tersebut, namun kini kecewa berat karena pelaksana dinilai tidak profesional dan hanya meraup keuntungan.

“Jalan ini dilalui mobil pick-up pengangkut hasil tani setiap hari. Kalau kualitasnya seperti ini, tidak akan tahan berbulan-bulan. Diduga ada pengurangan material. Informasi dari gudang, semen yang dipakai hanya 197-200 sak. Apakah itu sesuai standar untuk campuran 1:2:3?” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah di kantornya, Kamis (20/09/2026), Direktur CV Pelita Maju Jaya, Carles, mengakui adanya kelemahan kualitas dan berdalih itu ulah kepercayaan di lapangan. Ia berjanji akan mengkomunikasikan dengan PPK dan Konsultan Pengawas.

Hingga kini belum ada perbaikan di lapangan. Masyarakat mendesak Dinas PUTR dan PPK turun langsung mengecek, dan meminta CV Pelita Maju Jaya bertanggung jawab. Jika tidak ada itikad baik, warga siap melaporkan ke ranah hukum.

(Faozatulobuulolo)